ICOLESS ke-9 Ditutup, Fakultas Syariah UIN Malang Targetkan Publikasi Ilmiah Bereputasi Scopus

1794165_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup The 9th International Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society (ICOLESS) 2026, Kamis (30/7/2026).

 

Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari itu menghasilkan puluhan artikel ilmiah yang diproyeksikan terbit di jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus.

 

Mengusung tema “Digital Transformation and Global Ecosystem: Integration of Islamic Law and Contemporary Studies to Achieve the Sustainable Development Goals”, Nicolas ke-9 menjadi forum akademik yang mempertemukan peneliti, dosen, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas transformasi digital, hukum Islam, teknologi, serta isu-isu sosial kontemporer dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Memasuki hari kedua, konferensi diawali dengan Plenary Session yang dipandu Nuruddin, M.H.I. Empat akademisi dari Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Mesir tampil sebagai pembicara utama, yakni Professor Satomi Ogata Nurchasanah dari Kyushu International University Jepang, Assoc. Prof. Dr. Mohd. Shahid bin Mohd. Noh dari University Malaya Malaysia, Professor Tameer Saad Ibrahim Khedr dari Suez Canal University Mesir, serta Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Setelah sesi pleno, para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sejumlah ruang paralel. Seluruh artikel kemudian menjalani proses penilaian oleh tim reviewer untuk menentukan naskah terbaik yang akan dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus.

 

Prosesi penutupan ICOLESS ke-9 dipimpin oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A., didampingi Wakil Dekan III, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. Kehadiran jajaran dekanat tersebut menjadi simbol komitmen Fakultas Syariah dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional melalui riset dan publikasi ilmiah.

 

Dalam sambutannya, Prof. Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, presenter, peserta, panitia, dan mitra internasional yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan ICOLESS 2026.

 

“Selama dua hari pelaksanaan ICOLESS 2026, kita telah menyaksikan pidato ilmiah yang menginspirasi, diskusi panel yang menarik, presentasi penelitian yang mendalam, serta pertukaran gagasan yang bermakna. Konferensi ini membuktikan bahwa kolaborasi akademik mampu melampaui batas geografis dan mempertemukan para ilmuwan dalam semangat memajukan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Sudirman.

 

Ia juga memberikan penghargaan kepada para keynote speakers, presenter, peserta, panitia, serta mitra internasional, di antaranya Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), yang dinilai memiliki peran penting dalam keberhasilan konferensi tahun ini.

 

Menurutnya, dedikasi dan profesionalisme seluruh pihak tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan ICOLESS, tetapi juga membuka peluang lahirnya kolaborasi riset internasional yang lebih luas di masa mendatang.

 

Menutup sambutannya, Prof. Sudirman menegaskan bahwa berakhirnya ICOLESS bukan berarti berakhirnya kerja sama akademik yang telah terbangun.

 

“Diskusi selama dua hari ini bukanlah akhir perjalanan kita, melainkan awal dari kolaborasi baru, lahirnya ide-ide segar, dan penelitian yang memberikan dampak nyata. Kami berharap dapat menyambut kembali seluruh peserta pada penyelenggaraan ICOLESS di tahun mendatang,” pungkasnya.

 

Melalui penyelenggaraan ICOLESS ke-9, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas riset kolaboratif, serta mendorong lahirnya publikasi ilmiah bereputasi global yang berkontribusi terhadap pengembangan hukum syariah, teknologi, dan studi kontemporer.( Eno).