Belajar Hukum Tak Cukup di Kelas, Tujuh Mahasiswa UIN Maliki Tempa Kompetensi di Kejari Batu

1793125_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Tujuh mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menuntaskan program magang mandiri selama satu bulan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu.

 

Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik penegakan hukum yang selama ini dipelajari melalui teori di ruang kuliah.

 

Selama menjalani magang, ketujuh mahasiswa semester lima itu ditempatkan secara bergiliran di berbagai bidang.

 

Setiap pekan mereka berpindah unit kerja agar memperoleh pengalaman menyeluruh mengenai tugas dan fungsi kejaksaan, mulai dari administrasi hingga proses penanganan perkara.

Ketua kelompok magang, Suhailah Sobiro, mengatakan pengalaman tersebut memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat pemahaman terhadap ilmu hukum.

“Kami berjumlah tujuh orang mahasiswa semester lima yang menjalani magang mandiri selama satu bulan. Setiap minggu kami berpindah bagian agar memahami tugas di setiap bidang. Besok kami mengakhiri masa magang,” ujar Suhailah, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, praktik di Kejari Batu menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses penegakan hukum dijalankan sesuai prosedur.

“Selama ini kami menerima ilmu hukum secara teori di bangku kuliah. Di sini kami bisa melihat dan mempelajari penerapannya secara langsung. Pengalaman ini membuat kami semakin mantap untuk mendalami ilmu hukum,” katanya.

Kasi Intelijen Kejari Batu, Wisnu Sanjaya, S.H., M.H., mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan para mahasiswa UIN Maliki selama mengikuti program magang. Menurutnya, para peserta mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja kejaksaan.

“Mereka rajin, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, serta memiliki kemampuan akademik yang baik. Kami berharap pengalaman selama magang ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi sarjana hukum yang profesional dan berintegritas,” ujar Wisnu.

Ia menambahkan, program magang menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami hukum tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik.

 

Dengan berakhirnya masa magang, ketujuh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maliki Malang diharapkan membawa pengalaman berharga yang dapat memperkaya kompetensi mereka sebelum memasuki dunia profesi hukum, sekaligus memperkuat komitmen dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat.( Eno).