UIN Maliki Malang Gembleng Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit: 90 Hari Menembus Standar Akademik Global

2025039_11zon

Malang | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali dipercaya Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI untuk menyelenggarakan Language and Academic Preparation Program (LAPP) bagi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).

 

Program tersebut resmi dibuka di lantai 3 Gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Senin (14/9/2026), dan dilaksanakan melalui Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maliki Malang yang dipimpin Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd.

Sebanyak 13 penerima BIB mengikuti program persiapan tersebut. Mereka akan melanjutkan studi jenjang magister dan doktoral di berbagai perguruan tinggi luar negeri, antara lain Australia, China, Inggris, Yordania, serta sejumlah negara lainnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, MA, menegaskan bahwa LAPP tidak boleh dipahami hanya sebagai program peningkatan kemampuan bahasa Inggris.

“Bahasa bukan tujuan akhir. Bahasa adalah instrumen untuk memasuki, memahami, dan berkontribusi dalam ekosistem akademik global.” ungkapnya.

Menurut Prof. Abdul Hamid, studi di luar negeri membutuhkan kesiapan akademik yang lebih luas. Penerima beasiswa harus mampu membaca literatur secara kritis, menulis secara ilmiah, membangun argumentasi, melakukan penelitian, serta mengartikulasikan gagasan sesuai standar akademik internasional.

Karena itu, LAPP dirancang sebagai kawah candradimuka akademik sebelum para peserta memasuki perguruan tinggi tujuan di luar negeri.

Selama 90 hari, peserta akan mendapatkan pembinaan intensif bahasa Inggris dengan target mencapai skor IELTS di atas 7. Selain kemampuan bahasa, mereka juga diarahkan menyiapkan draf proposal tesis dan disertasi sebagai fondasi awal perjalanan akademik di kampus tujuan.

“LAPP mempertemukan dua kebutuhan sekaligus, yaitu language proficiency dan academic readiness. Peserta tidak hanya dipersiapkan agar memenuhi persyaratan bahasa universitas tujuan, tetapi juga siap memasuki budaya akademik yang menuntut kemampuan berpikir kritis, riset, dan publikasi,” ujar Prof. Abdul Hamid.

Bawa Nama Indonesia

Prof. Abdul Hamid juga mengingatkan bahwa mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri tidak hanya membawa nama pribadi maupun universitas.

 

Mereka juga menjadi representasi Indonesia, termasuk wajah pendidikan Islam Indonesia di lingkungan akademik internasional.

“Ketika mereka berada di luar negeri, yang hadir bukan hanya seorang mahasiswa Indonesia. Di dalam dirinya ada nama institusi, bangsa, bahkan wajah pendidikan Islam Indonesia. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sebaik mungkin.” tandasnya.

Kepercayaan Puspenma kepada UIN Maliki Malang untuk menyelenggarakan LAPP bukan merupakan hal baru. UIN Maliki Malang hampir setiap tahun dipercaya melaksanakan program serupa, termasuk PPSL dan PPBA.

Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bahasa di UIN Maliki Malang tidak semata diarahkan pada penguasaan linguistik, tetapi menjadi bagian dari strategi internasionalisasi dan penguatan kapasitas akademik.

Melalui LAPP, UIN Maliki Malang berupaya memastikan mobilitas akademik mahasiswa ke luar negeri tidak berhenti pada keberangkatan.

 

Program ini diarahkan untuk melahirkan academic global talent yang memiliki kemampuan bahasa, ketangguhan akademik, kapasitas riset, dan kesiapan berinteraksi dalam komunitas ilmiah internasional.

Selama tiga bulan ke depan, 13 penerima BIB tersebut akan menjalani proses pembinaan intensif sebagai bekal untuk menembus standar akademik global dan membawa nama Indonesia di perguruan tinggi dunia.( Eno).