Hidupkan Makna Isra Mi’raj, AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maliki Malang Tebar Nilai Al-Ma’un di Panti Asuhan Darul Ikhlas
Malang | Serulingmedia.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi ruang perenungan yang penuh makna saat Peserta AM-KKM 41 Nuradaya Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan keagamaan dan sosial bersama anak-anak Panti Asuhan Darul Ikhlas, Jalan Raya Randuagung No.14b, Gondang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (16/1/2025).
Mengusung konsep The Living School dengan tema “Belajar Bersama, Tumbuh Bersama”, kegiatan ini tidak dimaknai sebagai seremonial tahunan semata. Isra Mi’raj dihadirkan sebagai momentum untuk menghidupkan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam praktik kehidupan sehari-hari, agar ilmu yang dipelajari benar-benar berbuah menjadi amal nyata.
Kepala Sekolah Darul Ikhlas, Darul Firmansyah, S.Pd.I, menuturkan bahwa pendidikan sejati harus berangkat dari kehidupan dan kembali untuk kehidupan. Menurutnya, belajar tidak cukup hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran beribadah dan kepedulian sosial.
“Belajar bersama dan tumbuh bersama bukan hanya slogan. Anak-anak perlu diajak menggali kehidupan sehari-hari, dari ibadah hingga kepedulian sosial. Dari situlah ilmu menjadi hidup dan tidak berhenti di teori,” ujar Darul Firmansyah.
Ia menambahkan, nilai Isra Mi’raj sangat relevan untuk ditanamkan melalui praktik langsung. Bukan sekadar diceritakan, tetapi dihidupkan melalui sikap dan perbuatan. “Kami berharap nilai itu tercermin sebagaimana pesan Surah Al-Ma’un, tentang kepekaan sosial, keikhlasan berbagi, dan keberpihakan kepada sesama,” imbuhnya.
Kegiatan berlangsung di Panti Asuhan Darul Ikhlas yang saat ini membina 33 anak didik. Meski tumbuh dalam keterbatasan, panti tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Komitmen tersebut terus dijaga di tengah keterbatasan sarana dan manajemen.

Sebagian anak panti mendapatkan kesempatan pendidikan melalui pengampuan di Sekolah Islam Bani Hasyim, sebuah kerja sama yang telah terjalin lebih dari 30 tahun. Bahkan, anak-anak yang dahulu diampu hingga jenjang S1 kini kembali mengabdi di panti, menjadi bukti nyata keberlanjutan nilai pengabdian lintas generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan shalawat Al-Banjari yang mengalun syahdu, menghadirkan suasana khidmat dan menenangkan. Kebersamaan kemudian diwujudkan melalui gotong royong membersihkan lingkungan musholla, mulai dari menyapu halaman, membersihkan rumput, hingga merapikan area ibadah.
Suasana semakin hidup saat sesi pembelajaran dan permainan edukatif digelar. Peserta AM-KKM 41 Nuradaya membaur tanpa sekat, mendampingi anak-anak belajar sambil bermain. Tawa dan keceriaan mengalir, menciptakan ruang belajar yang hangat dan menyenangkan.

Kolaborasi pembelajaran juga tampak dalam kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang melibatkan siswa SMP Islam Bani Hasyim, anak-anak panti, serta pendamping dari AM-KKM 41 Nuradaya. Perbedaan usia dan latar belakang mencair dalam semangat tholabul ‘ilmi, menegaskan bahwa belajar adalah proses saling menguatkan.
Pada waktu yang sama, peserta putra melaksanakan shalat Jumat berjamaah, sementara peserta putri mengikuti kegiatan keputrian yang didampingi langsung oleh tim AM-KKM 41 Nuradaya. Materi fiqih wanita disampaikan dengan pendekatan dialogis dan penuh empati, sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah.
Sebagai penutup, bantuan sembako dan amplop diserahkan kepada pihak panti sebagai wujud kepedulian nyata. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini meninggalkan pesan mendalam agar setiap peserta pulang dengan hati yang lebih peka, kepedulian yang tumbuh, serta tekad untuk terus menghidupkan nilai-nilai Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.
Silaturahmi yang telah terjalin puluhan tahun ini diharapkan terus terjaga, menjadi jembatan kebaikan yang tak terputus, menghubungkan nilai-nilai langit melalui langkah-langkah kecil di bumi.( Eno)






