Gubernur Khofifah Terima Penasihat Presiden Rusia: Jatim Jadi Gerbang Baru Nusantara untuk Kerja Sama Maritim dan Pendidikan Internasional

83833

Surabaya | Serulingmedia.com.– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Penasihat Presiden Federasi Rusia, H.E. Nikolai Patrushev, bersama Delegasi Tingkat Tinggi Dewan Maritim Federasi Rusia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/11/2025).

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Rusia, khususnya dalam pengembangan sektor maritim, pendidikan, serta penelusuran sejarah diplomasi kedua negara.

Delegasi Federasi Rusia terdiri atas Kepala Direktorat Kepresidenan untuk Kebijakan Maritim Nasional Sergey Vakhrukov, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, sejumlah wakil menteri, pimpinan korporasi strategis, hingga akademisi universitas maritim.

Kerja Sama Strategis Maritim dan Pendidikan

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai, kunjungan ini membuka ruang baru bagi kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Federasi Rusia, terutama dalam bidang investasi dermaga, pembangunan kapal (shipbuilding), pengembangan SDM maritim, serta penelitian sejarah diplomasi kedua bangsa.

“Kami ingin menindaklanjuti kerja sama dengan Federasi Rusia, apakah investasi untuk dermaga atau shipbuilding, peningkatan sumber daya manusia, maupun penelusuran sejarah Rusia dan Indonesia,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu simpul konektivitas nasional, terutama dalam mendukung logistik dan distribusi kebutuhan wilayah Indonesia bagian timur.

“Sebanyak 80 persen logistik Indonesia timur dipasok dari Jawa Timur. Karena itu, penguatan industri maritim, galangan kapal, dan SDM kemaritiman menjadi hal krusial,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa dari 39 jalur tol laut nasional, 21 di antaranya berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya. Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai pusat gerak utama ekonomi kelautan nasional.

“Sekarang Jawa Timur sedang bersiap. Kita menyebutnya Gerbang Baru Nusantara,” tambahnya.

Dorong Pendidikan dan SDM Kemaritiman

Selain sektor industri, Khofifah menyoroti pentingnya pendidikan kemaritiman sebagai fondasi penguatan ekonomi laut.

“Dari sisi pendidikan, kita membutuhkan sumber daya manusia yang bisa menguasai sektor maritim. Itu menjadi penting bagi Jawa Timur,” ujarnya.

Provinsi Jawa Timur diketahui memiliki kekuatan ekonomi yang solid, dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2025 sebesar 5,23 persen (y-o-y), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Kontribusinya terhadap PDB nasional mencapai 14,44 persen, dan 25,36 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

“Jawa Timur merupakan daerah paling luas di antara enam provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua nasional,” jelas Khofifah.

Rusia Tawarkan Monumen Sejarah dan Proyek Infrastruktur

Dalam pertemuan tersebut, Penasihat Presiden Rusia Nikolai Patrushev menyampaikan keinginan untuk memperingati hubungan historis antara Rusia dan Indonesia. Ia mengusulkan pembangunan Monumen Kapal Selam Pasopati sebagai simbol kerja sama kedua negara di masa awal kemerdekaan Indonesia.

“Untuk memperingati peristiwa historis ini, saya mengusulkan membangun bersama Monumen Kapal Selam Pasopati untuk melestarikan kenangan mengenai kerja sama erat antara kedua negara kita,” ujar Nikolai Patrushev.

Selain itu, Patrushev juga membuka peluang kerja sama bilateral dalam berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan kapal dan investasi di sektor maritim. Ia menilai potensi ekonomi maritim Jawa Timur sangat strategis untuk dikembangkan bersama.

“Saya yakin kerja sama antara kedua negara akan konstruktif dan menguntungkan bagi kedua rakyat kita,” ungkapnya

Optimisme Kerja Sama Jangka Panjang

Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan delegasi Rusia dan menyatakan optimisme bahwa pertemuan ini akan memperkuat hubungan antara Jawa Timur dan Federasi Rusia.

“Kami optimis, pertemuan hari ini membuka ruang baru bagi penguatan hubungan antara Jawa Timur dengan Federasi Rusia. Melalui dialog yang konstruktif dan kehadiran delegasi tingkat tinggi, kami melihat peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih strategis,” pungkasnya.( Gus/Eno).