Fakultas Syariah UIN Malang Bawa Pesan Kemanusiaan dari NTT di Dies Maulidiyah ke-65
Malang | Serulingmedia.com — Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) membawa pesan kemanusiaan dan kampanye lingkungan kampus sehat dalam Kick Off Dies Maulidiyah ke-65 atau Lustrum XIII, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema besar “Dari UIN Malang untuk Dunia: Peran Strategis Kampus dalam Membangun Peradaban Kesehatan”, kegiatan tersebut diikuti seluruh civitas akademika UIN Malang.
Fakultas Syariah tampil dengan balutan adat Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyampaikan solidaritas kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana alam.
Delegasi Fakultas Syariah dipimpin Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Para peserta mengenakan pakaian adat NTT sebagai bagian dari perlombaan kreativitas dan kekompakan antarfakultas.
Namun, penampilan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan Dies Maulidiyah. Fakultas Syariah menyematkan pita hitam di lengan kiri sebagai simbol duka dan solidaritas bagi masyarakat NTT, sedangkan pita hijau di lengan kanan melambangkan kesehatan.
Prof. Umi mengatakan, pesan yang dibawa Fakultas Syariah selaras dengan tema Dies Maulidiyah ke-65, khususnya mengenai pentingnya membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan.
“Tema yang kita ambil itu adalah kesehatan lingkungan dan kesehatan dan keselamatan kerja. Kita bikin yel-yel, jargon-jargon seperti no bullying, no kekerasan verbal, no kekerasan seksual, kemudian ada no kekerasan mental,” kata Umi.
Menurut dia, kampanye tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan keamanan dari kekerasan seksual.
“Ini dalam rangka untuk menciptakan lingkungan yang sehat, fisik, mental, dan juga seksual,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan posisi perguruan tinggi sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun budaya kampus yang aman dan manusiawi.
Dorong Internasionalisasi dan Keterserapan Alumni
Memasuki usia ke-65, Fakultas Syariah juga menjadikan momentum Dies Maulidiyah sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan program strategis fakultas.
Umi mengatakan, salah satu agenda utama Fakultas Syariah pada 2026 adalah memperkuat internasionalisasi melalui publikasi, pendidikan dan pengajaran, serta berbagai kegiatan akademik, termasuk International Conference on Law and Justice (ICLJ).
“Tentu adalah tercapainya visi Fakultas Syariah, karena kan kita lima tahunan. Setiap tahun ada program-program unggulan untuk tahun 2026, termasuk di dalamnya adalah internasionalisasi, baik itu melalui publikasi,” katanya.
Selain penguatan reputasi akademik, Fakultas Syariah menaruh perhatian pada aspek yang langsung berkaitan dengan masa depan mahasiswa, yakni peningkatan keterserapan lulusan di dunia kerja.
“Pendidikan dan pengajaran seperti ICLJ dan juga gelaran-gelaran akademik yang lain. Yang paling penting adalah juga untuk mahasiswa, bagaimana meningkatkan keterserapan alumni ke dunia kerja,” ujar Umi.
Kick Off Dies Maulidiyah ke-65 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun UIN Malang. Bagi Fakultas Syariah, momentum tersebut menjadi panggung untuk menyatukan pesan kemanusiaan, kesehatan, keselamatan, internasionalisasi akademik, sekaligus penguatan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Melalui simbol adat NTT dan kampanye “No Bullying, No Kekerasan Verbal, No Kekerasan Seksual, dan No Kekerasan Mental”, Fakultas Syariah menegaskan bahwa membangun peradaban kesehatan harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan menghargai martabat manusia.( Eno).






