Dr. Lina Hanifiyah Tekankan Etika Akademik dalam Workshop Penulisan Skripsi Berbasis Scopus AI

WhatsApp-Image-2025-12-24-at-9.16.16-AM

Malang | Serulingmedia.com – Dr. Lina Hanifiyah, S.S., M.Pd., Dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop Penulisan Skripsi Berbasis Scopus AI yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar 20 November 2025.

Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung peningkatan kualitas riset dan penulisan karya ilmiah mahasiswa di perguruan tinggi mitra, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Alauddin Makassar yang tengah mempersiapkan penyusunan proposal dan penulisan skripsi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Dalam pemaparannya, Dr. Lina Hanifiyah menjelaskan pemanfaatan Scopus AI sebagai instrumen pendukung dalam penulisan skripsi.

Ia menguraikan secara langsung pengalaman praktik penggunaan Scopus AI, mulai dari menelusuri artikel bereputasi internasional, membaca peta perkembangan riset terkini, hingga mengidentifikasi research gap yang relevan dengan minat penelitian mahasiswa.

Dr. Lina mengungkapkan bahwa selama workshop berlangsung, ia merasakan semangat belajar mahasiswa yang tinggi serta keingintahuan yang kuat terhadap pemanfaatan teknologi dalam riset akademik.

“Saya merasakan langsung bagaimana mahasiswa sangat antusias ketika diperlihatkan cara memetakan topik riset melalui Scopus AI. Banyak dari mereka baru menyadari bahwa skripsi tidak hanya soal menulis, tetapi juga tentang membaca peta keilmuan secara kritis,” ungkap pengalamannya melakukan workshop,Senin (29/12/2025).

Selain aspek teknis, Dr. Lina juga menekankan pentingnya etika akademik dalam penggunaan kecerdasan buatan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran moral dan tanggung jawab ilmiah.

“AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat proses berpikir kritis, bukan sebagai pengganti peran intelektual mahasiswa. Integritas ilmiah dan kejujuran akademik tetap menjadi prinsip utama dalam penulisan karya ilmiah,” tegasnya.

Selama sesi diskusi, para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan Scopus AI dalam penyusunan proposal dan skripsi, termasuk strategi memilih referensi yang relevan dan kredibel, serta cara menghindari praktik plagiarisme di era kecerdasan buatan.

Melalui partisipasi ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik serta berkontribusi nyata dalam penguatan budaya riset dan literasi akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam di Indonesia.( Eno).