Hari Kedua Lebaran: Saat Stroberi Tak Musim, Wisatawan Tetap Memetik Kebahagiaan di Pandanrejo
Batu | Serulingmedia.com –Hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menghadirkan suasana yang tetap ramai di kawasan Lumbung Stroberi.
Meski produksi buah menurun karena belum memasuki musim panen raya, minat wisatawan justru terlihat meningkat.
Catatan di hari Lebaran ini menunjukkan bahwa agrowisata stroberi masih menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Pada Minggu (22/3/2026), ratusan wisatawan datang untuk menikmati pengalaman petik stroberi sekaligus merasakan suasana sejuk pegunungan Kota Batu bersama keluarga.
Pengelola mencatat banyak pengunjung berjalan di area kebun sambil mencoba memetik stroberi yang tersedia. Namun karena belum memasuki masa panen puncak, sebagian besar buah berukuran kecil. Kondisi tersebut membuat beberapa wisatawan memilih membeli stroberi segar yang sudah dipanen.
Stroberi segar berukuran besar dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram dan tetap diminati pengunjung.
Salah satu wisatawan, Leo (40), datang dari Bontang, Kalimantan Timur, bersama 10 anggota keluarganya. Ia mengaku sengaja memilih wisata petik stroberi untuk mengisi libur Lebaran bersama keluarga besar.
“Kami datang dari Bontang, Kaltim, memang ingin menikmati petik stroberi. Tapi ternyata buahnya masih kecil-kecil karena bukan musim panen. Supaya tetap bisa merasakan stroberi segar, kami akhirnya membeli yang sudah dipetik dan ukurannya besar,” ujar Leo.
Manajer Lumbung Stroberi, Andre Triirawan, menjelaskan bahwa stok stroberi yang tersedia saat ini sekitar 50 kilogram dari hasil panen lokal Batu yang baru dipetik.
Ia juga mencatat adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Stok saat ini sekitar 50 kilogram dari panen lokal Batu. Tahun lalu pengunjung sekitar 500 orang per bulan, sedangkan tahun ini sejak awal puasa sudah mencapai 200 orang. Saat malam takbiran, pengunjung bisa mencapai lebih dari seratus orang,” jelas Andre.

Pengelola menargetkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat selama libur Lebaran 2026. Selain itu, produksi stroberi diperkirakan meningkat pada periode panen April hingga Juli 2026.
Lumbung Stroberi mengelola lahan seluas 2,3 hektare bersama 28 petani binaan. Pada masa panen raya, produksi ditargetkan dapat mencapai sekitar 840 kilogram stroberi lokal jenis mencir yang dikenal memiliki rasa manis dengan sedikit asam.
Saat ini, pengelola juga membangun sebuah hall yang akan digunakan untuk kegiatan edukasi penanaman stroberi serta aktivitas outbound bagi pengunjung.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat konsep wisata edukasi di kawasan Pandanrejo.
Catatan di hari kedua Lebaran ini menunjukkan bahwa wisata petik stroberi di Kota Batu tetap memiliki daya tarik, bahkan ketika musim panen belum tiba.
Bagi banyak wisatawan, momen kebersamaan dan pengalaman di alam terbuka menjadi alasan utama untuk datang kembali. ( Eno).






