Cahyono Tegaskan Integritas UKW: Kita Bekerja Ikhlas, Bukan Mengejar Pujian

Screenshot_2025-11-30-21-44-16-798_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, menegaskan bahwa seluruh proses Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-59 telah berjalan sesuai ketentuan dan berada sepenuhnya dalam kewenangan Panitia–Dewan Pers.

Hal itu disampaikan dalam rapat evaluasi yang berlangsung di kantor UIBU Malang, usai Ujian Minggu (30/11/2025).

Evaluasi yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang bagi setiap panitia untuk menilai kembali kekuatan, kekurangan, serta arah perbaikan ke depan.

Disebutkan panitia telah bekerja maksimal mulai dari persiapan teknis, koordinasi, hingga memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan mengikuti UKW secara gratis.

Menurutnya, hasil akhir UKW bukanlah domain PWI Malang Raya, melainkan murni ditentukan oleh asesor sesuai standar Dewan Pers.

Ia menyoroti bahwa empat peserta dinyatakan tidak kompeten dari total 34 peserta, dan diwajibkan mengikuti ujian ulang enam bulan mendatang atau pada periode UKW berikutnya.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk terus mendorong peningkatan kualitas wartawan,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menutupi rasa belum puas. Dari 34 peserta, empat dinyatakan tidak kompeten. Angka tersebut menjadi catatan penting dan mendorong adanya perbaikan pemahaman maupun kemampuan teknis para calon peserta.

Bagi Cahyono, hasil ini bukan kegagalan, tetapi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas SDM pers lokal.

Cahyono juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja tanpa pamrih. Ia menekankan bahwa nilai utama dalam pengabdian adalah ketulusan, bukan pujian.

“Kalian sudah bekerja maksimal, mencari dukungan ke banyak pihak, dan memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa meninggalkan tanggungan. Itu adalah wujud pelayanan terbaik kepada anggota,” ujarnya.

Ungkapan itu bukan sekadar bentuk terima kasih, tetapi juga penegasan bahwa pengabdian kepada organisasi tidak selalu memerlukan sorotan atau kalimat penghargaan. Pengabdian yang tulus adalah tentang bekerja tanpa pamrih, memikul amanah tanpa keluhan, dan melayani anggota tanpa mengharapkan pujian.

Melalui evaluasi ini, Cahyono berharap PWI Malang Raya semakin solid dalam menjaga mutu UKW dan terus melahirkan wartawan kompeten dengan semangat kerja ikhlas.

UKW kali ini bukan hanya menguji kompetensi wartawan, tetapi juga menguji kekuatan solidaritas, kesiapan organisasi, dan komitmen untuk terus melahirkan wartawan berkualitas. Di balik proses ketat, dinamika pelaksanaan, dan hasil evaluasi, tersimpan nilai luhur tentang kerja ikhlas.

Pada akhirnya, kerja keras panitia, dedikasi tanpa jeda, dan ketulusan dalam mempersiapkan UKW menjadi bukti bahwa pengabdian terbaik tidak selalu terlihat dari tepuk tangan. Ia hadir melalui hasil, melalui manfaat bagi anggota, dan melalui jejak kebaikan yang ditinggalkan. (Eno).