ATR/BPN Gelar Cek Kesehatan Gratis, 805 Pegawai Antusias Ikuti Deteksi Dini Penyakit

IMG-20260623-WA0004

Jakarta | Serulingmedia.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Kementerian Kesehatan untuk menyelenggarakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh pegawai pada 22–26 Juni 2026.

 

Program yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, ini menjadi langkah nyata dalam mendeteksi dini berbagai risiko penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja.

 

Antusiasme pegawai terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Berdasarkan data panitia, sebanyak 805 pegawai telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

 

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena pendaftaran tetap dibuka selama program berlangsung.

Salah satu peserta, Arie Satya Dwipraja, pegawai Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi pegawai yang memiliki aktivitas kerja tinggi.

“Cek kesehatan ini program yang positif bagi para pegawai. Selain pemeriksaan fisik dan tensi darah, kita juga bisa konsultasi, termasuk pola makan, pola hidup, dan pola kesibukan, jadi dapat masukan juga supaya bisa mengimbangi aktivitas dengan kondisi tubuh,” ujar Arie usai menjalani pemeriksaan, Senin (22/6/2026).

 

Menurutnya, hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi tubuh dalam keadaan normal menjadi motivasi tersendiri untuk terus menjaga kesehatan.

“Buat teman-teman yang lain silakan dimanfaatkan betul-betul. Habis cek dan alhamdulillah normal, saya jadi lebih percaya diri,” tambahnya.

Program CKG tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan dasar, tetapi juga menyediakan mekanisme rujukan bagi pegawai yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

 

Jika dokter menemukan indikasi kesehatan tertentu yang tidak dapat ditangani di lokasi, peserta akan langsung mendapatkan surat rujukan ke fasilitas kesehatan terkait.

 

Hal itu dialami Widya Nuryana, peserta yang memperoleh rujukan untuk menjalani pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) dan hematologi lengkap di Puskesmas Kebayoran Baru setelah mengikuti rangkaian pemeriksaan.

 

“Terima kasih banget, ini benar-benar upaya preventif Kementerian ATR/BPN untuk menjaga pegawainya dari penyakit degeneratif sejak dini. Ayo teman-teman yang lain ikut, jangan sampai dilewatkan,” kata Widya.

 

Dokter dari Puskesmas Kebayoran Baru, dr. Nabilah Armalia Iffah, menjelaskan bahwa CKG merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden melalui Kementerian Kesehatan.

 

Tujuan utamanya adalah melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit berdasarkan kelompok usia masyarakat.

 

Menurut dr. Nabilah, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius dan sulit ditangani.

 

“Harapannya dengan ada CKG, tidak ada lagi masyarakat yang baru mengetahui penyakitnya ketika sudah parah. Dengan deteksi dini, kondisi seperti prehipertensi atau pradiabetes dapat segera ditangani,” jelasnya.

 

Pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah pegawai teridentifikasi memiliki risiko kesehatan seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan penglihatan.

 

Mereka langsung diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatannya.

 

Program CKG ATR/BPN ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat dan memperkuat upaya pencegahan penyakit di kalangan aparatur negara.

 

Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pegawai untuk rutin memantau kondisi kesehatannya sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Sar)