ATR/BPN Gandeng STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana di Aceh Tamiang

AWALUDIN_11zon

Medan | Serulingmedia.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam upaya mempercepat restorasi arsip pertanahan pascabencana di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan–Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) oleh Taruna/i STPN.

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, menegaskan bahwa keterlibatan Taruna/i STPN memiliki peran strategis dalam menjaga keberadaan dan keberlanjutan arsip sebagai dokumen negara.

“Ketika kalian membantu kami merestorasi arsip pascabencana, sejatinya kalian sedang ikut menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan berjalan dengan baik, tertib, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Awaludin saat menyambut kehadiran Taruna/i STPN di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Awaludin yang mewakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN secara resmi menerima dan menyerahkan 30 Taruna/i STPN untuk melaksanakan KKNP-PTLP. Restorasi arsip akan dilakukan dengan lokasi kerja sementara di Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh.

“Insyaallah dalam empat bulan ke depan, Taruna/i dapat menyelesaikan restorasi arsip yang terdampak bencana,” tutur Awaludin.

Ia menambahkan bahwa arsip pertanahan tidak sekadar tumpukan dokumen, melainkan mengandung nilai sejarah, hak, serta keadilan bagi masyarakat. Melalui program KKNP-PTLP ini, Taruna/i STPN akan membantu pemulihan arsip pertanahan sepanjang kurang lebih 780,6 meter linier.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengapresiasi sinergi lintas lembaga yang turut mendukung pemulihan Aceh dan Sumatera Utara pascabencana. Menurutnya, Taruna/i STPN ditugaskan tidak hanya untuk restorasi arsip, tetapi juga mendukung agenda lanjutan pemulihan data pertanahan.

“Ke depan, kami juga akan melaksanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat untuk menghimpun kembali arsip yang tidak dapat diselamatkan, sekaligus melakukan verifikasi fisik bidang tanah,” jelas Arinaldi.

Komitmen pendampingan juga disampaikan Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto. Ia memastikan seluruh Taruna/i STPN akan mendapatkan pembimbingan teknis, ruang praktik terbaik, serta dukungan penuh selama pelaksanaan KKNP-PTLP.

“Kami akan memastikan para Taruna/i dibimbing secara maksimal agar memperoleh pengalaman praktik yang berkualitas selama bertugas di wilayah Sumatera Utara dan Aceh,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua STPN Sri Yanti Achmad turut menyerahkan bantuan berupa dua unit alat ukur, yakni satu unit Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System (RTK GNSS) kepada Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pengukuran serta pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak bencana.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito, Kepala Kantah Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, sejumlah pejabat administrator Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, serta para Kepala Kantah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara. (Sar)