Gempita Malang Open 2026! 366 Pasangan Adu Gengsi, PB De Stadion Satukan Semangat Bulutangkis Malang Raya
Malang | Serulingmedia.com — Turnamen Bulutangkis Malang Open 2026 yang digelar PB De Stadion Kota Batu berlangsung meriah dan penuh gengsi. Selama lima hari, 7–11 Februari 2026, sebanyak 366 pasangan dari berbagai klub bulutangkis se-Malang Raya tumpah ruah di Malang Badminton Arena, Kota Malang, dalam ajang yang bukan hanya mempertontonkan duel sengit, tetapi juga menguatkan persahabatan antarkomunitas.
Ketua PB De Stadion, H. Sinal Abidin, S.Sos., M.M., menyebut Malang Open 2026 sebagai ruang silaturahmi sekaligus panggung ekspresi bagi para atlet dan penghobi bulutangkis lintas klub.
“Alhamdulillah, Malang Open 2026 diikuti 366 pasangan dari berbagai klub di Malang Raya. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi ajang mempererat persaudaraan antar-penghobi bulutangkis,” ujar pria yang akrab disapa Abah Sinal, Kamis (12/2/2026).
Ratusan pasangan tersebut berlaga dalam lima kelas pertandingan, yakni kelas AB (26 pasangan), kelas C (59 pasangan), kelas D (74 pasangan), kelas E (116 pasangan), dan kelas F (91 pasangan). Setiap laga berlangsung ketat dan kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.
Abah Sinal menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen berjalan aman, lancar, dan kondusif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PBSI Kota Malang, yang turut memberikan dukungan langsung pada ajang prestisius tersebut.
“Kami berterima kasih kepada PBSI Kota Malang yang diwakili Sekretaris PBSI, Bapak Sigit Permadi, yang berkenan hadir dan mengalungkan medali kepada para juara,” ungkap Owner Bakso De Stadion itu.
Persaingan sengit melahirkan para juara dari masing-masing kelas. Di kelas F, pasangan Icha Wardani/Bu Luki (PB De Stadion) tampil sebagai juara pertama. Kelas E dikuasai H. Sugeng/Sugeng (PB LosDol), sementara kelas D dimenangkan Kristof/Tulus (PB Jaya Sakti PDMJ Surabaya). Pada kelas C, gelar juara diraih Aryo/Azam (PB Wiraraga), dan kelas AB dimenangkan Muhdor/Pras (Persada GM).
Lebih dari sekadar perebutan gelar, Malang Open 2026 menegaskan bulutangkis sebagai gaya hidup sehat dan sarana membangun jejaring sosial. Abah Sinal berharap turnamen ini terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi kalender tetap olahraga bulutangkis di Malang Raya.
“Bulutangkis bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menyehatkan fisik, mental, serta mempererat kebersamaan,” tegasnya.
Dengan antusiasme ratusan pasangan dan dukungan berbagai pihak, Malang Open 2026 sukses menjadi bukti bahwa olahraga mampu menyatukan, menginspirasi, dan menyalakan semangat kebersamaan di Malang Raya.






