Sumbergondo Kembangkan Kawasan Wisata Terpadu, Targetkan Dongkrak PADes

Screenshot_2025-06-11-06-16-40-044_com.miui.gallery-edit

Batu | Serulingmedia.com – Pemerintah Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tengah mengembangkan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

 

Konsep ini dirancang oleh Kepala Desa Hadi Purwanto sebagai upaya menjadikan Sumbergondo sebagai desa berdaya melalui pengelolaan potensi lokal secara terpadu.

Dalam keterangannya, Selasa (11/6/2025), Hadi menjelaskan bahwa KWT akan dikemas dalam bentuk paket wisata, yang menggabungkan wisata alam, edukasi, pertanian, dan budaya. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan lahan dan sumber daya terbatas yang dimiliki desa.

“Dengan luas wilayah yang sempit dan mayoritas berada di lereng Gunung Arjuno berupa kawasan hutan, maka kami harus melakukan inovasi memanfaatkan keterbatasan menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hadi.

D’Kopi Sabin, Andalan Baru Sumbergondo

Salah satu destinasi unggulan yang telah berjalan adalah D’Kopi Sabin, kafe dan tempat rekreasi yang dibangun di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 2.835 m². Lahan ini dikerjasamakan dengan PT Berdikari Mulya Karya selama 15 tahun.

Desa menerima kontribusi tetap sebesar Rp 25 juta per tahun, dengan kenaikan 10 persen tiap lima tahun dan tambahan kontribusi lima persen dari retribusi tiket dan parkir yang dikelola bersama BUMDes.

“D’Kopi Sabin sekarang menjadi tempat favorit wisatawan. Selain kafe, juga ada spot foto instagramable seperti balon udara,” jelasnya.

Wisata Edukasi dan Kampung Tematik

Selain wisata kuliner dan rekreasi, desa juga mengembangkan wisata edukasi berbasis pengelolaan lingkungan, yaitu TPS3R modern, budidaya maggot, serta kandang komunal domba hasil kerja sama dengan United Tractors Tbk. Kandang ini berisi 10 bilik yang mampu menampung hingga 200 ekor domba milik warga.

Wisata edukasi ini memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pengelolaan sampah, pembuatan kompos, hingga budidaya maggot sebagai pakan ternak.

Di sektor pertanian, desa juga mengembangkan Kampung Marigold di RW 4 Dusun Segundu dan Kampung Wortel. Kampung Marigold menonjolkan bunga senikir yang banyak ditanam warga, sementara Kampung Wortel akan dilengkapi dengan wahana permainan anak seperti kereta mini, kolam kecil, dan lampion-lampion. Pembangunan Kampung Wortel telah mencapai 50 persen dan ditargetkan beroperasi awal tahun depan.

Off-Road Jeep dan Sawah Genting

Sumbergondo juga mengembangkan wisata petualangan off-road Jeep menuju kawasan lereng Gunung Arjuno seperti Gunung Pucung, Busung Pading, dan Glagah Wangi.

Sementara itu, Sawah Genting yang berada di tengah persawahan menjadi lokasi untuk event budaya, seperti Sumbergondo Culture Festival. Tempat ini menyuguhkan suasana alam pedesaan dengan panggung terbuka di antara sawah.

Dirangkai Dalam Paket Wisata Terpadu

Hadi menambahkan, seluruh destinasi tersebut akan dikemas dalam satu paket wisata terpadu, yang mencakup:

D’Kopi Sabin

Wisata edukasi (TPS3R, komposter, maggot, kandang domba)

Off-road Jeep ke kawasan Arjuno

Kampung tematik Marigold dan Wortel

Sawah Genting

“Kami berharap langkah ini mampu mendongkrak PADes dari Rp 87 juta per tahun menjadi lebih tinggi agar warga Sumbergondo semakin sejahtera,” pungkasnya.( Eno).