Sinergi UIN Malang dan Pemkab Pasuruan: UMKM Dibimbing Raih Sertifikasi Halal dan Tembus Pasar Global

IMG_20250605_225344

Pasuruan | Serulingmedia.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar Sosialisasi Fasilitasi Sertifikasi Halal, selama tiga hari, 26–28 Mei 2025, di Finna Golf & Resort.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga langkah strategis menuju kemandirian dan perluasan pasar produk lokal.

Salah satu agenda utama adalah sesi pendampingan teknis yang dilakukan oleh Tim Laboratorium Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dipimpin Sri Andriani, SE., M.Si.

Tim memberikan bimbingan langsung kepada peserta mengenai prosedur pengajuan sertifikasi melalui platform SIHALAL, mulai dari pengisian formulir data, pencantuman bahan produk, proses produksi, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga pembuatan akun dan unggahan dokumen ke dalam sistem.

“Pendampingan teknis ini penting agar pelaku UMKM tidak merasa sendirian dalam menghadapi proses sertifikasi. Kami hadir untuk memastikan mereka benar-benar siap,” ujar Sri Andriani.

Dukungan semakin kuat dengan kehadiran pendamping PKM FE UIN Malang yang terdiri atas Maulana Makhmud, Karina Tri Rosvita Ayu, dan Nadia Putri Kusuma.

Mereka secara intensif membantu peserta memahami setiap tahap administratif secara menyeluruh. Hasilnya, banyak peserta mengaku lebih percaya diri dan antusias menuntaskan proses sertifikasi.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, drg. Hj. Merita Ariestya Yudi, yang menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan aturan, tetapi kunci keberhasilan dalam menembus pasar global.

“Sertifikasi halal adalah kebutuhan dan peluang. UMKM harus melihat ini sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang,” ujarnya dalam sambutan.

jumlah materi turut memperkaya kegiatan. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Retno Dewi Wiji Astuti, SE., MM, memperkenalkan aplikasi APIK sebagai sarana pendampingan digital untuk pelaku usaha.

Sementara itu, dari sisi keagamaan, Ketua BAZNAS Kabupaten Pasuruan, H. Abdullah Nasir Nashor, S.Pd.I, memaparkan pentingnya produk halal dalam perspektif Islam dan ekonomi syariah.

“Produk halal kini menjadi standar yang diterima secara internasional. Ini peluang besar bagi UMKM Pasuruan untuk naik kelas,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Evira Afrida, SE., MM, menambahkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan memenuhi standar halal yang kini menjadi syarat penting dalam perdagangan domestik dan ekspor.

Sesi diskusi interaktif juga menjadi ruang berbagi pengalaman, di mana peserta menyampaikan kendala dan solusi selama proses sertifikasi. Harapannya, melalui program ini, UMKM di Kabupaten Pasuruan semakin siap menghadapi persaingan dan meraih kepercayaan pasar yang lebih luas.( Eno).