Peresmian TPS3R Kelurahan Sisir: Langkah Strategis Menangani Sampah di Kota Batu
Batu | Serulingmedia. Com – Pj.Walikota Batu Aries Agung Paewai meresmikan operasional TPS3R kelurahan Sisir, Selasa (31/12/2024 ).

TPS3R tempat Pengelolaan Sampah
Rerduce ,Reuse dan Recycle (TPS 3R )
merupakan fasilitas lokal yang dirancang untuk mengelola sampah secara komunal atau kawasan.
TPS3R Kelurahan Sisir berada di kawasan persawahan, TPS3R ini dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk incinerator dan hanggar luas yang memungkinkan aktivitas pemilahan sampah dilakukan tanpa terpisah.
Peresmian ini menandai langkah maju dalam pengelolaan sampah di Kota Batu, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks.

Dalam acara tersebut, Aries Agung Paewai menekankan pentingnya disiplin, keteraturan, dan kebersamaan dalam mengelola sampah.
Menurutnya, meskipun volume sampah yang dihadapi sangat besar, jika masyarakat dapat bekerja bersama dengan tekun dan kompak, maka masalah ini dapat diatasi.
“Sampah sebanyak apapun dapat diatasi dengan kebersamaan,” ujar Aries tegas.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan dalam pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
Salah satu fasilitas penting yang diperkenalkan di TPS3R ini adalah incinerator berkapasitas 15 ton per hari.
Alfi Nurhidayat, PLH Kepala Dinas Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa incinerator ini dibeli dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih. Alat ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan pengolahan sampah dengan cara membakar sampah yang tidak dapat dipilah, sehingga sampah yang menumpuk dapat dikurangi.
“Dengan adanya incinerator, kami berharap pengolahan sampah di TPS3R Sisir dapat lebih efisien,” tandas Alfi, yang juga menjabat sebagai Kadis PUPR Kota Batu.
Kepala Kelurahan Sisir, Muhammad Viata Aria Pranaka, menjelaskan produksi sampah di kelurahan ini cukup tinggi, mencapai 9 hingga 10 ton per hari, bahkan bisa lebih pada saat libur panjang.

Sampah-sampah tersebut berasal dari 60 RT, 13 RW, enam sekolah, satu pondok, tiga kantor, dan 15 pelaku usaha. Dalam pengelolaan sampah, tim pengelola di TPS3R Kelurahan Sisir, yang terdiri dari 24 orang, mampu memilah 5 ton sampah per hari, sementara 5 ton lainnya dibakar menggunakan incinerator. Namun, masih terdapat sekitar 3-5 ton sampah yang menumpuk dan belum terolah, yang terkadang memaksa Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk lembur.
Dengan adanya incinerator baru ini, Viata berharap proses pengolahan sampah dapat menjadi lebih lancar dan beban pekerjaan KSM dapat berkurang.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 50% sampah yang masuk ke TPS3R sudah terpilah, yang tentu saja mengurangi beban kerja KSM dalam memilah sampah secara manual.
Viata mengucapkan terima kasih kepada Pj. Walikota Batu, Ketua DPRD, Sekda, dan Kadis LH yang telah merealisasikan pengadaan incinerator tersebut, dan berharap alat tersebut dapat dirawat dengan baik serta menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di masyarakat Kelurahan Sisir.
Pemerintah Kota Batu melalui peresmian TPS3R ini menunjukkan komitmen untuk mengelola sampah secara lebih efektif dan efisien. Keberadaan incinerator dan fasilitas pemilahan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, inisiatif ini juga membuka peluang bagi Kelurahan Sisir untuk menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berbasis pada kolaborasi dan disiplin. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, Kota Batu dapat semakin maju dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.(Eno).






