Pengorbanan Warga Temas Demi Kemaslahatan Bersama: Jalan Pasirmas Sebagai Simbol Solidaritas Warga

temas.jpeg1

Batu I Serulingmedia.com – Pembangunan infrastruktur sering kali menjadi tantangan besar, terutama di wilayah pedesaan yang mengandalkan lahan pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Namun, apa yang dilakukan oleh 125 warga di Kelurahan Temas patut menjadi teladan. Mereka rela mengorbankan lahan pertanian mereka untuk pembangunan jalan tembus sepanjang 1,7 kilometer yang kini dikenal dengan nama Jalan Pasirmas—akronim dari Pandanrejo, Sisir, dan Temas. Jalan ini tidak hanya menjadi jalur penghubung antar desa, tetapi juga simbol solidaritas warga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bersama.

Pengorbanan warga ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, tanah pertanian memiliki nilai yang sangat berharga, tidak hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan keluarga. Oleh karena itu, keputusan untuk memberikan lahan demi kepentingan umum merupakan langkah yang sarat dengan makna sosial dan spiritual.

Lurah Temas, Adi Santoso, dengan penuh penghargaan menyebut tindakan ini sebagai bentuk amal jariah. Selama jalan tersebut digunakan oleh masyarakat, pahala bagi pemilik lahan akan terus mengalir.

“Pengorbanan warga ini luar biasa, ini adalah bentuk amal jariah. Selama jalan ini digunakan, pahala bagi pemilik lahan akan terus mengalir. Jalan ini sekarang menjadi urat nadi yang menghubungkan ketiga desa, dan dikenal dengan nama Jalan Pasirmas,” ungkap Adi Santoso saat menghadiri acara penyerahan sertifikat PTSL tahap ke-6 di Pendopo Satrio Projo, Kelurahan Temas, pada Jumat (4/10/2024).

Jalan Pasirmas kini menjadi urat nadi bagi tiga wilayah—Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, dan Desa Pandanrejo—yang sebelumnya sulit diakses. Pembangunan jalan ini diharapkan membawa dampak positif dalam memperlancar akses ekonomi, transportasi, dan komunikasi antar desa. Bagi warga, keberadaan jalan ini membuka banyak peluang baru, mulai dari kemudahan dalam memasarkan hasil pertanian hingga potensi pengembangan wisata di daerah tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan, Lurah Temas memberikan fasilitas khusus bagi para warga yang telah berkontribusi, terutama dalam pengurusan sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini menjadi sangat penting karena memberikan kepastian hukum bagi warga atas kepemilikan tanah mereka. Dalam hal ini, pemerintah lokal berperan aktif dalam memastikan bahwa warga yang berkorban untuk kepentingan umum tidak hanya dihargai secara simbolis, tetapi juga secara praktis melalui pengakuan hukum atas tanah mereka.

“Wajar jika kami memberikan kemudahan dalam pengurusan PTSL karena mereka telah berkorban demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Program PTSL di Kelurahan Temas sendiri sudah mencapai tahap ke-6, dengan 48 sertifikat yang diserahkan, dari total 1.007 sertifikat yang dijadwalkan akan selesai. Penyerahan sertifikat ini mungkin berlangsung secara bertahap, namun proses ini memastikan bahwa setiap warga mendapatkan haknya secara adil.

Ketua Pokmas Kelurahan Temas, Abdul Ajib, menjelaskan bahwa meski proses ini memakan waktu, tujuan akhirnya adalah memastikan setiap warga memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka miliki.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa segera memiliki kekuatan hukum atas kepemilikan tanahnya,” ujar Abdul Ajib.

Pembangunan Jalan Pasirmas juga menggambarkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dukungan penuh warga dan peran aktif pemerintah dalam mengoordinasikan setiap tahap pembangunan. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara kedua pihak dapat membawa perubahan yang signifikan dan berkelanjutan bagi sebuah komunitas.

Pada akhirnya, pengorbanan warga untuk pembangunan Jalan Pasirmas menjadi bukti nyata bahwa kepentingan bersama harus diutamakan. Keputusan untuk memberikan lahan pertanian mereka tidak hanya membawa dampak langsung bagi mobilitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam—tentang pentingnya berbagi, berkorban, dan menjaga solidaritas demi kemaslahatan bersama. Jalan Pasirmas kini tidak hanya menghubungkan tiga desa, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang terus bergerak maju.( Eno )