Lima Dosen UMI Makassar Jadi Presenter di Konferensi Internasional Malaysia, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam

1963847_11zon

Malaysia | Serulingmedia.com – Lima dosen Fakultas Agama Islam (FAI) dan Magister Pendidikan Islam (MPI) Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tampil sebagai pembentang atau presenter dalam International Conference on Human Sustainability yang digelar di Johor Bahru, Malaysia, 1–2 September 2026.

 

Kelima akademisi UMI tersebut yakni Dr. Rosmiati, M.Pd., Dr. Yusri Muhammad Arsyad, Lc., MA., Prof. Dr. Hj. Nurlaelah, M.Hum., Dr. Ratika Nengsi, M.Pd.I., dan Dr. Hj. Subaedah, M.Pd.Si.

Konferensi internasional yang berlangsung di Holiday Villa Johor Bahru City Centre, Johor, Malaysia, tersebut menjadi ruang akademik bagi para ilmuwan dan pendidik untuk bertukar gagasan sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi dinamika pendidikan dan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Kegiatan ini diikuti sejumlah utusan perguruan tinggi Islam dari Indonesia dan Malaysia sebagai tuan rumah. Pembahasan konferensi mengangkat tema “Al-Quran and Al-Sunnah: Text, Context and Contemporary Applications”, dengan sejumlah subtema yang mencakup aqidah, ushuluddin, dakwah, serta pemikiran Islam.

Keikutsertaan dosen UMI Makassar dalam forum internasional tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperluas cakrawala berpikir seorang pendidik.

Salah satu pembentang, Dr. Rosmiati, M.Pd., mengangkat kajian berjudul “Learning Management at Brilliant Homeschooling Makassar City.”

Rosmiati yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana UMI Makassar menjelaskan,

 

pendidikan alternatif seperti homeschooling memiliki karakter pembelajaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi, minat, serta kesempatan anak.

Menurutnya, fleksibilitas tersebut tetap harus berjalan dengan tidak mengabaikan standar akademik nasional.

“Pendekatan mengajar mengutamakan minat dan kenyamanan anak sehingga proses pembelajaran tidak menimbulkan rasa bosan dan tidak berlangsung secara monoton,” ujar Rosmiati.

Ia menambahkan, keberhasilan pembelajaran alternatif juga sangat dipengaruhi kemampuan pendidik dalam memahami karakter dan aspek psikologis peserta didik.

Karena itu, guru atau pelatih perlu mendapatkan pembekalan agar mampu membangun kedekatan dengan anak didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Guru perlu memahami aspek psikologis anak didik, membangun kedekatan, serta menjaga suasana belajar agar tetap kondusif,” katanya.

Rosmiati menilai, perkembangan dunia pendidikan menuntut seorang pendidik untuk terus meningkatkan wawasan dan kompetensinya.

 

Forum internasional seperti konferensi tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan gagasan akademik dengan persoalan pendidikan yang berkembang di masyarakat.

Melalui keikutsertaan lima dosen UMI Makassar sebagai presenter, hasil kajian akademik dari perguruan tinggi Islam di Indonesia juga mendapat ruang untuk diperkenalkan dan didiskusikan dalam forum akademik internasional.

Konferensi tersebut sekaligus memperkuat jejaring akademik antara perguruan tinggi Islam Indonesia dan Malaysia, serta membuka peluang pertukaran gagasan mengenai pengembangan pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.( Yahya Patta/ Buang Supeno).