Peringatan Selamatan Desa Sumberrejo ke-114: Menjaga Tradisi dan Membangun Kebersamaan
Batu | Serulingmedia.com- Desa Sumberrejo Kecamatan Kota Batu merayakan selamatan desa yang ke-114 pada tahun 2024.
Acara yang dipimpin oleh Kepala Desa Drs. Riyanto ini mengambil tema “Guyub Rukun Handarbeni.”
Dijelaskan, tema “Guyub Rukun Handarbeni” mengandung makna mendalam yang merefleksikan budaya gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan desa.
Guyub berarti kebersamaan yang harmonis, sementara rukun mengacu pada hubungan yang damai dan saling menghormati. Handarbeni, di sisi lain, berarti rasa memiliki.
Dengan demikian, tema ini mengajak setiap warga desa untuk hidup dalam harmoni, saling mendukung, dan merasa bertanggung jawab terhadap desa mereka.
” Dengan semangat kebersamaan dan saling memiliki, masyarakat desa Sumberrejo diharapkan dapat hidup rukun dan tenteram, serta menikmati kehidupan yang makmur dan sejahtera ” ungkap Riyanto.l di kantornya pada Jumat (5/6/2024).
Dalam perayaan ini, Riyanto menekankan pentingnya ikhtiar bersama untuk menciptakan kondisi masyarakat yang kompak, rukun, dan trentrem.
“Kita berikhtiar dengan selamatan dan bersih desa ini, kondisi masyarakat kompak, rukun, dan trentrem, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.

Pada akhirnya, semangat guyub rukun dan handarbeni harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena dengan hidup dalam harmoni dan saling mendukung, desa akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali dan dibanggakan oleh setiap warganya.
Peringatan selamatan dan bersih desa dimulai dengan doa bersama dan penyajian sesaji ke punden-punden dan di Balai Desa Sumberrejo. Tradisi ini merupakan bagian dari adat dan budaya yang telah diwariskan turun temurun, sehingga penting untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat. Untuk itu, diadakan sarasehan budaya bekerja sama dengan Dewan Kesenian Batu, dengan topik pembahasan tentang Cok Bakal dan Sandingan.
Peserta yang hadir dalam sarasehan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat di Desa Sumberrejo. Respon yang luar biasa datang dari kalangan remaja.
“Luar biasa, respon masyarakat, terutama dari kalangan remaja. Akhirnya mereka memahami apa maksud dari makna kita membuat cok bakal dan sandingan. Ini upaya uri-uri budaya sehingga dengan munculnya regenerasi Z dan milenial budaya kita tidak hilang,” tandas Riyanto.
Selain sarasehan, serangkaian acara juga telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan selamatan desa ini. Pada tanggal 13 Juli 2024, akan digelar pesta Bantengan di lapangan Sumbersari.Peringatan selamatan dan bersih desa Sumberrejo akan dimeriahkan dengan Pawai Seni Grebeg suro ( 14/7/2024 ).
Dilanjutkan dengan senam Zumba dan Guyon maton menghadirkan Cak Percil pada 18Juli 2024.
Puncak acara ditutup dengan pergelaran kesenian ludruk 10 Agustus 2024 di dusun Santrean.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dapat terus terjaga di Desa Sumberrejo.
Peringatan selamatan desa bukan hanya menjadi ajang refleksi dan bersyukur, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.( Eno).






