UIN Malang Perkuat Diplomasi Akademik, Guru Besar Mesir Didatangkan hingga Akhir Tahun
Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mempercepat agenda internasionalisasi dengan mendatangkan Guru Besar Linguistik Arab dari Suez Canal University, Mesir, Prof. Dr. Tameer Al Gazawi, sebagai Visiting Professor mulai 3 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus memperluas jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
Kehadiran akademisi asal Mesir tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Suez Canal University yang didukung Yayasan Risalah Al Salam. Bagi UIN Malang, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada seremoni kemitraan, tetapi diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas akademik.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, M.A., mengatakan penugasan Prof. Tameer Al Gazawi dirancang sebagai proses knowledge transfer dari salah satu akademisi terkemuka Mesir kepada sivitas akademika UIN Malang.
“Beliau akan mengajar pada Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Pendidikan Bahasa Arab. Selain itu, juga memberikan pelatihan intensif kepada dosen Pusat Pengembangan Bahasa untuk memperkuat pembelajaran bahasa Arab berbasis linguistik kontemporer dan standar akademik internasional,” kata Abdul Hamid.
Menurut dia, kolaborasi dengan perguruan tinggi di Timur Tengah menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing UIN Malang di tingkat internasional.
Kehadiran profesor tamu diharapkan mendorong lahirnya riset kolaboratif, memperkuat publikasi ilmiah bereputasi, serta memperkaya pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi global.
Tak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan, Prof. Tameer juga akan mendampingi pelaksanaan Lomba Kajian Al-Qur’an dan Tahfiz Al-Qur’an yang digelar UIN Malang bersama Yayasan Risalah Al Salam.
Kompetisi tersebut menyediakan hadiah senilai USD 2.500 sebagai upaya mendorong lahirnya mahasiswa yang unggul dalam penguasaan Al-Qur’an sekaligus memiliki kapasitas akademik yang kuat.
Program ini memperlihatkan arah baru diplomasi akademik UIN Malang yang semakin intensif menggandeng perguruan tinggi bereputasi dunia.
Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, internasionalisasi tidak lagi dimaknai sebatas kerja sama antarkampus, tetapi juga diukur dari sejauh mana kolaborasi tersebut mampu menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan sumber daya manusia.
Melalui program Visiting Professor ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan ambisinya untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pengembangan studi Islam dan bahasa Arab yang memiliki jejaring internasional serta mampu bersaing di tingkat global. ( Eno).






