OASIS Bekali Peer Counselor Hadapi Krisis Psikologis Mahasiswa, Tekankan Batas Kompetensi dan Rujukan
Malang | Serulingmedia.com – LSO Peer Counseling OASIS DEMA Fakultas Psikologi memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memberikan pendampingan psikologis sebaya melalui Training of Counselor (TOC) 2026, Minggu (20/9/2026).
Mengusung tema “Listen Beyond Words: Grow to Connect, Connect to Care”, pelatihan yang berlangsung di Aula Islamic Tutorial Center (ITC) tersebut menekankan pentingnya kemampuan mendengar, memahami kondisi mahasiswa, memberikan dukungan awal, sekaligus mengenali kapan persoalan harus dirujuk kepada tenaga profesional.
Salah satu materi utama disampaikan Dr. Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., M.A. melalui materi “Dukungan Psikologis Awal & Penanganan Situasi Tertentu dalam Konseling”.
Anwar mengatakan, peer counselor memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Kedekatan tersebut memungkinkan peer counselor menjadi bagian dari dukungan awal ketika mahasiswa menghadapi persoalan psikologis.
Namun, kedekatan itu tidak berarti peer counselor harus menangani seluruh persoalan seorang diri.
“Peer counselor tidak harus selalu memiliki jawaban atas setiap persoalan. Yang penting adalah mampu hadir, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, memahami kebutuhan teman sebaya, dan membantu menghubungkannya dengan dukungan yang tepat,” ujar Anwar.
Enam Keterampilan Dasar
Dalam TOC 2026, peserta dibekali enam keterampilan dasar konseling, yakni attending behavior, active listening, open question, paraphrasing, reflection of feeling, dan summarizing.
Keenam keterampilan tersebut digunakan untuk membangun komunikasi yang suportif. Peer counselor tidak hanya dituntut mendengar cerita, tetapi juga memahami emosi, kebutuhan, dan konteks mahasiswa yang didampingi.
Anwar juga mengenalkan konsep Psychological First Aid (PFA) sebagai dukungan awal bagi individu yang mengalami situasi menekan.
PFA diterapkan melalui prinsip Look, Listen, Link. Look berarti memperhatikan kondisi individu dan situasi.
Listen berarti mendengarkan secara aktif tanpa tergesa-gesa memberikan solusi. Sementara Link berarti menghubungkan individu dengan dukungan atau layanan yang sesuai.
“Mendengarkan bukan sekadar mendengar kata-kata. Peer counselor perlu memperhatikan kondisi, emosi, kebutuhan, dan konteks orang yang sedang didampingi,” jelasnya.
Kerahasiaan Bukan Tanpa Batas
Materi pelatihan juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kerahasiaan dalam proses pendampingan.
Namun, terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan langkah lebih lanjut, seperti ancaman menyakiti diri, membahayakan orang lain, atau indikasi kekerasan.
Dalam situasi tersebut, peer counselor harus mengikuti prosedur yang tepat dan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi profesional.
Menurut Anwar, kemampuan mengenali batas kompetensi justru menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang peer counselor.
“Menjadi peer counselor bukan berarti harus mampu menangani semua persoalan sendiri. Justru salah satu keterampilan penting adalah mengetahui kapan sebuah masalah membutuhkan penanganan profesional dan melakukan rujukan secara tepat,” tegasnya.
AI Tak Menggantikan Kehadiran Manusia
Perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga menjadi bagian dari pembahasan TOC 2026.
Peserta diarahkan agar tetap mengutamakan kehadiran manusia dalam proses pendampingan. Informasi yang diperoleh dari AI perlu disikapi secara kritis dan tidak digunakan untuk mendiagnosis maupun menganalisis kondisi psikologis klien.
Jika terdapat informasi atau situasi yang berpotensi membahayakan, peer counselor diarahkan melakukan klarifikasi dan berkonsultasi dengan supervisor.
Di sisi lain, OASIS juga menekankan pentingnya self-care bagi peer counselor. Pendamping sebaya perlu mengenali tanda stres dan burnout, menerima respons dirinya, serta mencari dukungan ketika membutuhkan bantuan.
Melalui Training of Counselor 2026, LSO Peer Counseling OASIS DEMA Fakultas Psikologi memperkuat peran mahasiswa sebagai pendamping sebaya yang mampu hadir, mendengar, memahami, menjaga batas, dan merujuk.( Eno).
