UIN Malang Bongkar Kurikulum Magister Psikologi, Libatkan Alumni, DPRD hingga Aktivis Perlindungan Anak Demi Cetak Lulusan Kelas Dunia
Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan langkah besar dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Tak tanggung-tanggung, kampus ini melibatkan alumni, pengguna lulusan, kalangan legislatif, hingga pegiat perlindungan perempuan dan anak untuk membedah total kurikulum Program Magister Psikologi.
Langkah strategis itu dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) review kurikulum yang digelar secara daring melalui Zoom, Sabtu (13/6/2026).
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi bersama untuk memastikan kurikulum tidak tertinggal oleh laju perubahan sosial, perkembangan ilmu psikologi modern, serta kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks.
Dekan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Siti Mahmudah, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan hanya dari balik ruang akademik.
Perguruan tinggi, menurutnya, harus membuka diri terhadap masukan dari para pihak yang merasakan langsung kualitas lulusan di lapangan.
“Pengembangan kurikulum merupakan proses berkelanjutan yang harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja,” ujar Siti Mahmudah.
FGD tersebut menghadirkan alumni dari berbagai profesi yang mencerminkan luasnya kiprah lulusan Magister Psikologi UIN Malang.
Mereka berkarier sebagai ilmuwan psikologi, peneliti, pendidik, konsultan psikologi, fasilitator, trainer, pemberdaya masyarakat, hingga motivator.
Pengalaman para alumni menjadi bahan evaluasi penting untuk mengukur sejauh mana kompetensi yang diperoleh selama kuliah benar-benar relevan dan dapat diterapkan dalam dunia profesional.
Pembahasan bersama alumni difokuskan pada pemetaan kondisi lulusan setelah menyelesaikan studi, mengukur kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan kerja, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kurikulum yang berjalan, serta menjaring berbagai rekomendasi untuk penyempurnaan program studi.
Tak hanya mendengar suara alumni, fakultas juga mengundang para user atau pengguna lulusan. Mereka merupakan pimpinan maupun atasan langsung alumni di tempat kerja yang memberikan penilaian objektif terkait kualitas, kompetensi, etos kerja, hingga kesiapan lulusan menghadapi tantangan profesi.
Sementara itu, stakeholder eksternal yang turut hadir berasal dari berbagai latar belakang strategis, yakni Pesantren Rakyat Al Amin, Wakil Ketua Komisi E Bidang Kesejahteraan DPRD Jawa Timur, serta Founder KOPPATARA (Komunitas Pelindungan Perempuan dan Anak Nusantara).
Kehadiran mereka memperkaya perspektif dalam melihat kebutuhan masyarakat terhadap peran psikologi, mulai dari isu pendidikan berbasis komunitas, kebijakan publik, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu krusial mengemuka. Mulai dari tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan Magister Psikologi UIN Malang, kompetensi masa depan yang harus dimiliki lulusan, relevansi materi perkuliahan dengan praktik di lapangan, hingga peluang membangun jejaring kerja sama yang lebih luas.
Masukan dari berbagai pihak itu akan menjadi pijakan penting dalam menyusun kurikulum yang lebih kontekstual dan responsif terhadap perubahan zaman.
Melalui langkah ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan keseriusannya mencetak lulusan Magister Psikologi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif, berdaya saing, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, kampus tidak lagi sekadar menjadi tempat transfer ilmu. Lebih dari itu, perguruan tinggi dituntut melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
FGD review kurikulum ini menjadi penanda bahwa UIN Malang tengah menyiapkan generasi psikolog dan praktisi psikologi masa depan yang tidak hanya kompeten di ruang kelas, tetapi juga siap menjawab tantangan dunia nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional.( Eno).






