Muhammad Nur Adhim, Birokrat Lintas Bidang yang Masuk Bursa Sekda Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com – Nama Mohammad Nur Adhim menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Tahun 2026. Pengalaman panjang di berbagai posisi strategis menjadikannya sosok birokrat yang matang, dengan rekam jejak yang mencakup bidang kewilayahan, penegakan peraturan daerah, pengelolaan sumber daya aparatur, hingga optimalisasi pendapatan daerah.
Pria yang akrab disapa Adhim ini kini menginjak 52 tahun, ia menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan kursi birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Saat ini, Adhim menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu. Ia merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang menjadi fondasi awal kariernya di dunia birokrasi pemerintahan.
Pemegang gelar AP., M.AP. itu dikenal sebagai aparatur sipil negara yang memiliki pengalaman lintas organisasi perangkat daerah. Kemampuannya beradaptasi di berbagai bidang pemerintahan menjadi salah satu modal penting dalam kepemimpinannya.
Sebelum menduduki jabatan saat ini, Adhim pernah dipercaya sebagai Camat Junrejo. Di salah satu kecamatan dengan pertumbuhan wilayah yang cukup pesat tersebut, ia terlibat langsung dalam pengawalan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Pengalaman memimpin wilayah kemudian mengantarkannya menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu. Dalam posisi tersebut, Adhim bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penegakan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Kariernya kembali berlanjut ketika pada Oktober 2021 dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu oleh Wali Kota Batu saat itu, Dewanti Rumpoko.
Sebagai Kepala BKPSDM, Adhim memegang peranan penting dalam pengelolaan aparatur sipil negara. Tugas yang diembannya meliputi pembinaan pegawai, pengembangan kompetensi ASN, mutasi dan promosi jabatan, hingga pelaksanaan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Selama memimpin BKPSDM, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu fokus utamanya. Ia aktif mendorong penguatan kompetensi ASN agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks dan dinamis.
Babak baru perjalanan kariernya dimulai pada akhir 2023. Dalam rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilakukan Pemerintah Kota Batu, Adhim dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu.
Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kemampuan fiskal daerah. Sebagai Kepala Bapenda, Adhim bertanggung jawab dalam pengelolaan pajak daerah, retribusi, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai inovasi pelayanan perpajakan terus dikembangkan. Program jemput bola pembayaran pajak daerah menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan PAD Kota Batu agar kapasitas fiskal daerah semakin kuat dalam menopang berbagai program pembangunan.
Pengalaman memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah membuat Mohammad Nur Adhim dinilai memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan daerah. Penguasaan di bidang kewilayahan, ketertiban umum, manajemen birokrasi, serta keuangan daerah menjadi kombinasi pengalaman yang jarang dimiliki secara lengkap oleh seorang birokrat.
Selain rekam jejak jabatan, aspek transparansi kekayaan turut menjadi perhatian dalam proses seleksi Sekretaris Daerah Kota Batu.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, Mohammad Nur Adhim tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1.491.082.333 setelah dikurangi kewajiban utang sebesar Rp25.186.250.
Aset terbesar yang dimilikinya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp1,3 miliar yang berada di wilayah Kota Batu. Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan kendaraan dengan total nilai Rp138 juta, terdiri atas satu unit mobil Honda tahun 2010, sepeda motor Yamaha NMax tahun 2019, serta Honda Vario tahun 2022.
Dalam laporan yang sama, tercatat pula harta bergerak lainnya senilai Rp31,5 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp46,7 juta. Sementara itu, tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun aset lainnya yang dilaporkan.
Masuknya nama Mohammad Nur Adhim dalam tahap akhir seleksi terbuka Sekretaris Daerah Kota Batu menjadi penanda bahwa pengalaman panjang yang dibangunnya selama puluhan tahun di birokrasi mendapat pengakuan.
Dengan rekam jejak lintas bidang dan pemahaman yang luas terhadap dinamika pemerintahan daerah, Adhim kini berada di persimpangan penting dalam perjalanan kariernya: menjadi salah satu kandidat yang berpeluang mengisi jabatan Sekretaris Daerah Kota Batu, posisi yang akan menentukan arah koordinasi birokrasi dan efektivitas jalannya pemerintahan di Kota Batu. ( Eno)






