Pancasila Harus Hadir dalam Pelayanan Publik, ATR/BPN dan PKP Tegaskan Komitmen Layani Rakyat

1514914_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com –Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau seremonial tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

 

Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan jajaran Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, Yaved Duma Parembang, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya, ia mengingatkan agar nilai-nilai luhur Pancasila menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegas Yaved.

 

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

 

Di saat banyak negara menghadapi ancaman perpecahan dan ketidakpastian, Indonesia tetap kokoh berdiri dengan keberagaman yang dimiliki.

 

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” ujarnya.

 

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam membangun perdamaian dan keadilan di tingkat global.

 

Upacara kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PKP. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Shamy Ardian, bertugas sebagai perwira upacara. Sementara sejumlah petugas lainnya, termasuk komandan upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembawa acara, dan pembaca doa berasal dari Kementerian PKP.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, pejabat administrator, serta pegawai dari kedua kementerian.

 

Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen aparatur negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

Dengan semangat Pancasila, ATR/BPN dan PKP menegaskan tekad untuk terus menghadirkan kebijakan yang menjamin keadilan sosial serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.( Sar).