ADHIKARA Jadi Motor Awal, HMPS Biologi “Semut Merah” Perkuat Fondasi Kepengurusan 2026
Malang | Serulingmedia.com — Penguatan organisasi mahasiswa kini bergerak ke arah yang lebih strategis. Tidak lagi sekadar pergantian kepengurusan, konsolidasi kapasitas sejak awal periode mulai menjadi fokus utama. Hal ini tercermin dari langkah HMPS Biologi “Semut Merah” yang menggelar kegiatan ADHIKARA (Arah Diri Menuju Karakter Aktif) pada Sabtu,( 18/4/ 2026) di Bumi Perkemahan Bedengan.
Kegiatan ini menjadi titik awal pembentukan fondasi kerja kolektif bagi pengurus periode 2026. Sebanyak 60 mahasiswa terlibat dalam agenda yang tidak hanya berfungsi sebagai forum pengenalan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan sistem organisasi. ADHIKARA dirancang untuk menyatukan persepsi, memperjelas peran, serta menegaskan arah gerak organisasi dalam satu periode kepengurusan.
Pemilihan lokasi di luar ruang kelas memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Interaksi intensif dan dinamika kelompok menjadi instrumen utama dalam membentuk karakter kepengurusan yang adaptif dan solid.
Materi kepemimpinan dan keorganisasian menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Dua demisioner, Muhammad Dimas Maulana dan Muhammad Lamalif Asyabilyamin, menghadirkan perspektif berbasis pengalaman yang menekankan pentingnya integritas dalam praktik organisasi sehari-hari. Diskusi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diarahkan pada implementasi sistem kerja, penguatan koordinasi, serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.
Selain itu, rangkaian aktivitas kelompok seperti penyusunan yel-yel dan permainan kolaboratif turut menjadi bagian penting dalam membangun kohesi internal. Pendekatan ini menempatkan kekompakan sebagai prasyarat efektivitas organisasi, sekaligus menguji kemampuan komunikasi dan adaptasi antaranggota dalam situasi dinamis.
Ketua HMPS Biologi, Chumairo Al Muyassaroh, menegaskan bahwa ADHIKARA menjadi pijakan awal pembentukan karakter kepengurusan. “Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk pengurus yang aktif, solid, dan bertanggung jawab. Pembekalan kepemimpinan ini diharapkan mendorong optimalisasi peran serta pelaksanaan program kerja selama satu periode,” ujarnya.
Secara lebih luas, langkah ini menunjukkan upaya organisasi mahasiswa dalam membangun ekosistem kerja yang terstruktur dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas sejak awal periode dinilai mampu menciptakan tata kelola organisasi yang lebih adaptif terhadap tantangan, sekaligus meningkatkan kualitas output kegiatan kemahasiswaan.
Ke depan, model upgrading seperti ADHIKARA berpotensi menjadi standar baru dalam pembinaan organisasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Pendekatan ini dinilai selaras dengan penguatan tridarma, khususnya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang terukur. ( Eno)






