Malang | Serulingmedia.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hadis Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Open Recruitment dan Wawancara Calon Pengurus HMPS Ilmu Hadis Tahun 2026 sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan kepengurusan yang berlandaskan nilai keilmuan sekaligus penguatan karakter mahasiswa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (9/2/2026) bertempat di Bento Kopi, dan diikuti oleh 33 mahasiswa dari berbagai angkatan. Tingginya jumlah peserta mencerminkan antusiasme mahasiswa terhadap HMPS Ilmu Hadis sebagai wadah pengembangan akademik, kepemimpinan, dan keorganisasian di lingkungan Fakultas Syariah.
Berdasarkan data pendaftar, minat mahasiswa terhadap HMPS Ilmu Hadis tergolong tinggi. Tercatat 20 dari 34 mahasiswa baru serta 13 dari 31 mahasiswa angkatan 2024 mendaftarkan diri dalam proses rekrutmen tersebut. Angka ini menunjukkan respons positif mahasiswa terhadap peran HMPS dalam menunjang pengembangan akademik dan kepemimpinan mahasiswa.
Menariknya, proses seleksi dirancang dengan mengedepankan kekhasan keilmuan Program Studi Ilmu Hadis. Para peserta diwajibkan menghafal Hadis Arbain Nawawi sebagai ciri khas seleksi, yang bertujuan memperkuat identitas akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai keilmuan sejak awal proses regenerasi pengurus.
Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Malang, Romi Faslah, mengapresiasi pelaksanaan rekrutmen yang menitikberatkan pada penguatan keilmuan. Menurutnya, regenerasi organisasi mahasiswa tidak hanya soal kepemimpinan, tetapi juga pembentukan karakter akademik.
“Organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran yang selaras dengan disiplin keilmuan program studi. Proses seleksi yang berorientasi pada nilai akademik seperti ini merupakan contoh baik dalam membangun kualitas dan karakter pengurus,” ujarnya.
Proses wawancara dilakukan oleh Athoillah Bahar selaku Ketua HMPS Ilmu Hadis 2026 dan Muhammad Zacky selaku Wakil Ketua HMPS Ilmu Hadis 2026. Dalam sesi tersebut, peserta diminta menyampaikan motivasi bergabung, minat divisi, serta menyetorkan hafalan hadis sebagai bentuk penguatan karakter keilmuan.
Athoillah Bahar menegaskan bahwa tingginya minat mahasiswa menjadi bukti relevansi HMPS Ilmu Hadis sebagai ruang pengembangan diri.
“Minat mahasiswa yang cukup tinggi ini menunjukkan bahwa HMPS Ilmu Hadis masih relevan sebagai wadah pengembangan diri dan keilmuan. Kewajiban menghafal Hadis Arbain Nawawi kami jadikan sebagai identitas agar regenerasi pengurus tetap berlandaskan nilai keilmuan,” pungkasnya. (Eno)