UIN Maliki Cetak 39 Apoteker Baru, Lulus 100 Persen UKOMNAS

IMG_20260427_135738

Malang | Serulingmedia.com — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian akademik dengan melahirkan generasi apoteker baru melalui Sidang Terbuka Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker, Kamis (23/4/2026), di The Alana Hotel Malang.

 

Sebanyak 39 lulusan resmi dikukuhkan sebagai apoteker, terdiri dari 5 laki-laki dan 34 perempuan.

 

Prosesi ini dihadiri Rektor UIN Malang, Ilfi Nur Diana, Dekan Fakultas Kedokteran Yuyun Yueniwati, jajaran wakil dekan, serta Ketua Program Studi Profesi Apoteker.

 

Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Kota Malang, Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Timur dan Kota Malang, serta pimpinan program studi profesi apoteker dari sejumlah perguruan tinggi di Malang.

Dalam capaian akademik, seluruh mahasiswa profesi apoteker UIN Malang dinyatakan lulus 100 persen dalam fast tracker Ujian Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA).

Hasil ini mengantarkan institusi meraih peringkat ke-7 dari 88 penyelenggara pendidikan profesi apoteker secara nasional, dari total 7.148 peserta yang mengikuti ujian serentak di seluruh Indonesia.

Prestasi individu juga ditorehkan para lulusan, di antaranya apt. Aulan Nadiya, S.Farm sebagai peraih nilai UKOMNAS tertinggi, apt. Naila Riezqi Shalsabillah, S.Farm dengan IPK terbaik, serta apt. Siti Muarrifah, S.Farm yang meraih nilai terbaik pada metode OSCE.

Ketua Program Studi Farmasi FKIK UIN Malang, Rahmi Annisa, menegaskan bahwa sumpah apoteker bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen moral yang harus dijalankan sepanjang hayat.

“Profesi apoteker mengandung amanah besar dalam meracik dan memberikan obat secara rasional. Karena itu, setiap apoteker wajib menjunjung tinggi etika dan profesionalisme,” ujarnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas pendidikan UIN Malang dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional, sekaligus memperkuat peran apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.( Eno).