UIN Perbarui MoU dengan UPM Malaysia untuk Perkuat Kolaborasi Internasional

WhatsApp-Image-2026-04-24-at-19.00.44-1536x859

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) menggelar pertemuan strategis secara daring pada Sabtu (25/4/2026) guna membahas pembaruan dokumen kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) antar universitas serta Memorandum of Agreement (MoA) di tingkat fakultas.

 

Kerja sama antara UPM dan UIN Maliki Malang, khususnya melalui Fakultas Sains dan Teknologi, telah terjalin sejak 2015 dan berlanjut hingga 2026.

 

Hubungan akademik tersebut mencakup pertukaran akademik, kolaborasi riset, hingga penguatan jejaring internasional. Seiring perkembangan kebutuhan kelembagaan, pembaruan dokumen kerja sama dinilai penting agar tetap selaras dengan arah strategis kedua institusi.

Dari pihak UPM, pertemuan diwakili oleh Nuratiah. Sementara dari UIN Maliki Malang hadir Wakil Dekan III FST Dr. Akyunul Jannah, perwakilan International Office Farida, serta tim kerja sama fakultas yang terdiri dari Tri Kustono Adi dan Khusnul Yakin.

Turut bergabung jajaran pimpinan Program Studi Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil, baik ketua maupun sekretaris program studi, sebagai unit akademik yang diproyeksikan terlibat aktif dalam implementasi kerja sama ke depan.

Dalam forum tersebut, kedua belah pihak membahas peluang penguatan kolaborasi internasional, meliputi pengembangan program akademik bersama, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan.

Pelaksanaan pertemuan secara daring menunjukkan komitmen kedua institusi dalam menjaga kesinambungan kerja sama internasional melalui pemanfaatan teknologi digital secara efektif dan efisien.

Pembaruan MoU dan MoA ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas internasionalisasi UIN Maliki Malang, khususnya Fakultas Sains dan Teknologi, guna meningkatkan daya saing global serta memperkuat reputasi institusi di tingkat regional maupun internasional.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, kedua institusi optimistis mampu menghadirkan program-program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.( Eno).