Air Mata Haru Iringi Langkah 227 Jemaah Haji Kota Batu Menuju Panggilan Ilahi
Batu | Serulingmedia.com — Suasana penuh haru menyelimuti Gedung Graha Pancasila Pemkot Batu, Senin (20/4/2026), saat Wali Kota Batu, Nurochman, secara resmi melepas 227 calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Tangis bahagia keluarga dan doa yang mengalun mengiringi langkah para tamu Allah SWT yang telah lama menanti panggilan suci tersebut.

Sebanyak 226 jemaah haji ditambah satu Petugas Haji Daerah (PHD) diberangkatkan tahun ini. Dari jumlah itu, terdiri atas 104 jemaah laki-laki dan 122 perempuan.
Pemerintah Kota Batu telah menyiapkan 7 armada bus untuk mengangkut jemaah menuju embarkasi, serta 2 unit truk guna membawa perlengkapan dan logistik.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Suyanto selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan jemaah.

Selain itu, Pemkot Batu juga mengirimkan tenaga medis, Eva Rastianingsih dari Puskesmas Beji, untuk memberikan pendampingan kesehatan selama pelaksanaan ibadah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah SWT. Bapak-Ibu adalah orang-orang terpilih yang mendapat panggilan mulia ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan saling membantu antarjemaah selama di Tanah Suci.
“Jaga kerukunan, saling tolong-menolong, dan luruskan niat. Keikhlasan akan menjadi kekuatan utama dalam menyempurnakan ibadah haji,” tambahnya.
Walikota Batu Nurochman dan Istri juga ikut menunaikan ibadah haji bersama kloter ini juga. Disebutkan dia mendaftar sejak tahun 2012 baru terlaksana tahun ini.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rakhmad, menyampaikan bahwa para jemaah berasal dari berbagai wilayah dengan sebaran yang cukup merata.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dan pemahaman selama berada di Arab Saudi.
“Perlu kami ingatkan, ada perbedaan kebiasaan yang harus diperhatikan, termasuk aturan lalu lintas. Jika di Indonesia terbiasa melihat kanan, di Arab Saudi justru sebaliknya. Hal-hal kecil seperti ini penting untuk keselamatan jemaah,” jelasnya.
Ia juga optimistis pelayanan haji ke depan akan semakin baik.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, agar jemaah merasa aman, nyaman, dan fokus dalam beribadah. Bahkan ke depan, bukan tidak mungkin seluruh keberangkatan bisa terpusat di Kota Batu,” ungkapnya.
Dari sisi usia, keberagaman jemaah menjadi potret kuatnya semangat beribadah. Jemaah tertua tercatat atas nama Ibu Dewi Marijah (84) dari Desa Sidomulyo, sementara yang termuda Lelaiyana (17) dari Desa Pesanggrahan.

Rombongan jemaah juga didampingi petugas kloter yang terdiri dari Ketua Kloter Masduki Jaraya, pembimbing ibadah KH Dr. Sugiyo, dokter Emi Rosida, paramedis Kusnadi, serta PHD Eva Rastianingsih.
Perjalanan haji tahun ini menjadi jawaban atas penantian panjang, bahkan sejak tahun 2012. Sejumlah jemaah sempat tertunda keberangkatannya akibat pandemi COVID-19. Kini, di tahun 2026, kesempatan itu hadir sebagai anugerah yang disambut dengan penuh rasa syukur.
Di tengah linangan air mata dan pelukan perpisahan, langkah 227 jemaah haji Kota Batu menjadi simbol keikhlasan dan keteguhan iman—menuju panggilan Ilahi yang suci.( Eno).






