STPN Tutup Latsardis 2026, Tanamkan Disiplin dan Daya Juang Taruna Menuju SDM Unggul 2045

IMG-20260209-WA0128

Magelang | Serulingmedia.com – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta resmi menutup Latihan Dasar Kedisiplinan (Latsardis) Taruna Program Studi Sarjana Terapan Tahun 2026.

Penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).

Sebanyak 396 Taruna/i STPN mengikuti Latsardis yang dirancang untuk membentuk karakter disiplin, mental tangguh, serta akhlak yang baik sebagai bekal selama menempuh pendidikan hingga terjun ke lapangan nantinya.

Komandan Rindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, menegaskan bahwa Latsardis bukan sekadar latihan fisik, melainkan pembinaan mental dan karakter yang menyeluruh.

“Tujuannya agar para Taruna/i mampu menjalani pendidikan dengan baik. Ketika menghadapi rintangan di lapangan, mereka dapat bertahan dan melihatnya sebagai tantangan, bukan hambatan,” ujar Brigjen Hindratno.

Ia juga mengaitkan pembinaan ini dengan tantangan besar bangsa ke depan, khususnya bonus demografi Indonesia tahun 2045.

Menurutnya, besarnya jumlah usia produktif harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berpengetahuan, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi.

“Disiplin dan mental juang dibentuk melalui aktivitas terstruktur sejak bangun pagi hingga kembali beristirahat. Selain itu, ditanamkan sikap saling menghargai, solidaritas, kekompakan, dan kepercayaan diri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STPN, Sri Yanti Achmad, menyampaikan bahwa Latsardis telah dilaksanakan selama lima hari, sejak 2 hingga 6 Februari 2026.

Ia berharap seluruh Taruna/i mampu menyerap nilai-nilai dasar kepemimpinan dan integritas yang menjadi fondasi penting dalam dunia pertanahan dan tata ruang.

“Kami ingin membentuk karakter Taruna/i yang berintegritas kuat, memiliki kepemimpinan yang baik, serta kompetensi mumpuni agar kelak mampu mengabdi dan bekerja secara profesional,” ungkap Sri Yanti.

Menurutnya, Taruna/i STPN merupakan aset punggawa pertanahan dan tata ruang masa depan. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah (problem solving) menjadi salah satu fokus utama dalam Latsardis.

“Problem solving ini penting, baik sebagai bekal selama pendidikan maupun saat sudah terjun langsung di lapangan,” tambahnya.

Selama Latsardis, para Taruna/i menerima berbagai materi pelatihan, mulai dari wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisme, kepemimpinan, problem solving, hingga survival. Seluruh kegiatan dibina langsung oleh Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro.

Salah satu Taruna peserta Latsardis, Gabriel Nametaka Harap (18), Taruna Prodi Survei, Pengukuran, dan Informasi Pertanahan (SPIP), mengaku mendapat banyak pelajaran berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di BPN. Dari awal saya sudah bertekad memilih STPN agar bisa berkarier di bidang pertanahan,” ujar Taruna asal Kalimantan Tengah itu.

Ia berharap, setelah mengikuti Latsardis, dirinya dapat menjadi pribadi yang lebih disiplin dan taat waktu.

“Disiplin waktu itu penting agar saya bisa menempuh studi dan mengatur aktivitas dengan lebih baik ke depan,” pungkasnya.(Sar)