Politeknik Agraria STPN Buka Peluang Generasi Muda Jadi Ahli Pertanahan dan Tata Ruang

1542887_11zon

Sleman | Serulingamedia.com – Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang terus meningkat seiring kompleksitas pembangunan nasional.

 

Menjawab kebutuhan tersebut, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka peluang bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia melalui pendidikan tinggi yang berfokus pada sektor pertanahan dan tata ruang.

 

Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian ATR/BPN itu dirancang khusus untuk mencetak tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan pengelolaan tanah dan ruang di masa depan.

“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Sri Yanti Achmad di Kampus Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan empat program studi, yakni Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

 

Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, hingga survei dan pemetaan berbasis teknologi informasi spasial.

 

Kompetensi tersebut dinilai sangat dibutuhkan dalam mendukung modernisasi layanan pertanahan di Indonesia.

Sri Yanti menjelaskan, keunggulan Politeknik Agraria STPN terletak pada fokus keilmuannya yang spesifik dan multidisiplin. Menurutnya, persoalan agraria tidak hanya menyangkut pengukuran atau pemetaan tanah, tetapi juga berkaitan dengan aspek hukum, kepastian hak atas tanah, tata ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian.

“Karena itu kurikulum kami dirancang secara komprehensif agar lulusan memiliki pemahaman yang utuh dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria, pertanahan, dan tata ruang,” jelasnya.

 

Selain membekali taruna dengan keterampilan teknis, Politeknik Agraria STPN juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang bertujuan membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, serta kemampuan sosial para mahasiswa.

 

“Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” tegas Sri Yanti.

 

Melalui kesempatan tersebut, Sri Yanti mengajak siswa kelas XII SMA/SMK/sederajat yang tengah menentukan pilihan perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai jalur pendidikan yang memiliki prospek strategis dalam pembangunan nasional.

 

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkontribusi dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya.

 

Bagi calon taruna yang ingin memperoleh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru, persyaratan, tahapan seleksi, hingga jadwal pendaftaran, dapat mengakses laman resmi Politeknik Agraria STPN maupun akun media sosial resmi kampus tersebut.( Sat).