Kibarkan Nama UIN Malang di Lombok, Mapala Tursina Raih Tahta Juara Nasional

Screenshot_2025-12-30-05-23-12-311_com.mi.globalbrowser-edit

Malang | Serulingmedia.com —Menutup lembaran akhir tahun 2025, Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Mapala) Tursina Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi yang tidak hanya membanggakan kampus, tetapi juga mengharumkan nama daerah dan dunia kemahasiswaan nasional.

Melalui Lomba Susur Pantai Nasional IV yang digelar MATERNAPALA Universitas Mataram dalam rangka Hari Nusantara Festival 2025, Mapala Tursina berhasil meraih Juara I tingkat nasional.

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, melainkan simbol ketekunan, kedisiplinan, serta konsistensi Mapala Tursina dalam merawat nilai-nilai kepecintaalaman.

Lomba Susur Pantai Nasional IV merupakan ajang bergengsi yang mengombinasikan olahraga petualangan, navigasi darat-pesisir, ketahanan fisik dan mental, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap lingkungan pantai. Ajang ini menuntut peserta tidak hanya cepat dan tangguh, tetapi juga peka terhadap ekosistem pesisir yang dilalui.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Desember 2025 tersebut mengambil rute menantang, yakni Pantai Awang – Pantai Gerupuk – Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Medan berpasir, cuaca pesisir yang dinamis, serta jarak tempuh yang panjang menjadi ujian nyata bagi setiap tim yang bertanding. Dalam kondisi tersebut, ketahanan mental dan kekompakan tim menjadi kunci utama.
Tim UKM Mapala Tursina UIN Malang yang berhasil keluar sebagai juara diperkuat oleh tiga atlet muda, yakni Mukhamad Ilham Wahyu Kurniawan, Ikram Alpasha, dan M. Riqi Irwansyah.

Ketiganya tampil solid, menunjukkan koordinasi yang matang, navigasi yang presisi, serta daya juang tinggi sepanjang perlombaan.

Mewakili tim, Mukhamad Ilham Wahyu Kurniawan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari proses panjang dan kerja kolektif yang tidak instan.

Menurutnya, kemenangan tersebut lahir dari kedisiplinan latihan, kepercayaan antaranggota tim, serta kesadaran bersama untuk menjaga alam yang dilalui.

“Lomba ini bukan hanya soal siapa yang paling cepat sampai finis, tetapi bagaimana kami bisa tetap solid sebagai tim dan bertanggung jawab terhadap lingkungan pantai. Kami membawa nama Mapala Tursina dan UIN Malang, jadi yang kami jaga bukan hanya prestasi, tapi juga sikap,” ujarnya, Selasa ( 30/12/2025).

Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa nilai kepecintaalaman menjadi roh utama dalam setiap langkah tim di lapangan. Kepedulian terhadap kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem pesisir, kata dia, bukan sekadar kewajiban lomba, melainkan komitmen moral sebagai mahasiswa pecinta alam.

Keberhasilan Mapala Tursina tidak semata ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan menyusuri rute pantai.

Aspek kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir juga menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.

Dalam hal ini, Mapala Tursina menunjukkan jati diri sebagai penjelajah yang beretika dan bertanggung jawab.

Prestasi ini mencerminkan karakter UKM Mapala Tursina UIN Malang yang senantiasa menjunjung tinggi nilai nasionalisme, kepedulian lingkungan, serta pelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas kepecintaalaman.

Kemenangan di Lombok menjadi bukti bahwa semangat berprestasi dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga alam.

Capaian gemilang di penghujung 2025 ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Bahwa prestasi tidak hanya diraih di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga di alam terbuka—melalui ketangguhan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap Nusantara.( Eno).
Xxxxx