MAPALA Tursina UIN Malang Gedor Kaderisasi, Pematerian Rally Gunung Hutan Jadi Gerbang Anggota Baru

MAPALA EDIT_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Regenerasi petualang kampus kembali digelorakan. Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengawali pembinaan anggota baru angkatan XXX melalui Pematerian Rally Gunung Hutan, sebagai pintu masuk menuju pendidikan kepecintaalaman yang berkarakter dan berkeselamatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) bertempat di Sekretariat MAPALA Tursina UIN Maliki Malang, dengan melibatkan 21 anggota baru. Pematerian ini menjadi tahap awal pembekalan konseptual sebelum para peserta mengikuti praktik lapangan, sekaligus sarana internalisasi nilai-nilai dasar kepecintaalaman.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan dinamis. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi untuk memahami karakter medan gunung dan hutan, prinsip keselamatan, serta etika dalam berkegiatan di alam bebas. Pembekalan ini dinilai penting agar anggota baru memiliki pemahaman utuh sebelum menghadapi tantangan lapangan yang sesungguhnya.

Materi disampaikan oleh Achmad Fahrur Rozzi (Matras) yang menekankan pentingnya kesiapan mental, disiplin, dan semangat belajar dalam proses pembinaan anggota. Ia mengapresiasi antusiasme tinggi yang ditunjukkan para peserta selama kegiatan berlangsung.

“Antusiasme para anggota baru angkatan XXX membuat ruh dan jiwa kami sebagai petualang terus bangkit,” ujar Rozzi.

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Romi Faslah, turut memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan yang dilakukan MAPALA Tursina. Ia menegaskan bahwa kegiatan pematerian merupakan bagian strategis dalam sistem pembinaan mahasiswa yang sejalan dengan visi dan nilai-nilai kampus.

“MAPALA bukan sekadar organisasi hobi, tetapi ruang pembentukan karakter. Kampus mendorong agar setiap kegiatan kepecintaalaman dibangun di atas pemahaman, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan,” tegas Romi.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa pecinta alam membawa nama baik institusi dalam setiap aktivitasnya, sehingga harus menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, dan sikap profesional.

“Keberanian harus diiringi pengetahuan dan kesadaran risiko. Inilah esensi pembinaan berjenjang yang harus terus dijaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MAPALA Tursina, Thooriq Assiroj Budiman (Nato) berharap Pematerian Rally Gunung Hutan ini mampu menjadi fondasi kuat bagi anggota baru dalam mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan selanjutnya.

“Melalui pematerian ini, kami ingin anggota baru tumbuh menjadi pecinta alam yang tangguh di lapangan, berkarakter, beretika, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (eno)