524 Mahasiswa FITK Resmi Dilantik, Momentum Lahirkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas dan Berdampak

Pelantikan-Ormawa-FITK-.jpeg1_11zon

Malang | Serulingmedia.comSebanyak 524 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) resmi dilantik sebagai pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) periode 2026 dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (27/2/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting lahirnya kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, profesional, dan berdampak nyata bagi penguatan budaya akademik serta kepekaan sosial di lingkungan kampus.

Prosesi pelantikan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB tersebut menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan ORMAWA periode 2025 sekaligus penyerahan amanah kepada kepengurusan baru periode 2026. Regenerasi kepemimpinan ini berada di bawah koordinasi Ketua ORMAWA terpilih, Sheva Aqilla Putra, yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa FITK lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Suasana haru dan penuh tanggung jawab tampak menyelimuti ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamater. Bagi para pengurus baru, pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan awal dari komitmen panjang untuk mengabdi dan menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Muhammad Walid menegaskan bahwa pengurus ORMAWA merupakan representasi kepemimpinan mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai agent of change. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan akademik, integritas moral, serta kepekaan sosial dalam menjalankan roda organisasi.
“ORMAWA adalah ruang belajar kepemimpinan yang sesungguhnya. Di sinilah mahasiswa ditempa untuk jujur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi kepentingan yang lebih luas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan Universitas menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan mahasiswa merupakan bagian dari pembinaan karakter institusional. Menurutnya, pelantikan bukanlah akhir dari proses seleksi, melainkan awal pembuktian kapasitas kepemimpinan.
“Kepemimpinan mahasiswa harus mencerminkan integritas, kepekaan sosial, dan kemampuan kolaborasi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Salah satu pengurus ORMAWA yang baru dilantik mengaku merasakan beban tanggung jawab yang besar setelah mengikuti prosesi pengambilan sumpah. “Ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk benar-benar hadir dan bekerja bagi kepentingan mahasiswa,” ungkapnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi ORMAWA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan agar tidak hanya aktif secara programatik, tetapi juga transformatif dalam membangun budaya akademik yang inklusif dan responsif terhadap persoalan sosial. Dengan komitmen yang dijaga secara konsisten, kepengurusan ORMAWA FITK 2026 diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda kampus yang matang, berdaya saing, dan memberi dampak positif bagi sivitas akademika. (Eno)