Monumen Ini Adalah Obor Perjuangan—Kostrad Tak Pernah Lelah Mengabdi untuk NKRI!

Mayjen Syaiful sulun.jpeg2_11zon

Surakarta | Serulingmedia.com – Api semangat juang prajurit kembali dinyalakan dari Sukoharjo. Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun  S. Sos., M. Si  bersama Siti Hediati Soeharto mewakili keluarga besar, meresmikan Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) M.H. Soeharto sebagai Bapak Kostrad di Markas Brigif 6, Sukoharjo–Surakarta, Minggu (1/3/2026).

Peresmian berlangsung khidmat dan sarat makna, dihadiri jajaran pejabat Divif 2 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, unsur Forkopimda Surakarta, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan. Suasana kebanggaan dan penghormatan terasa kuat, menyatukan prajurit dan masyarakat dalam satu denyut nasionalisme.

Monumen yang berdiri megah di Brigif 6 ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi simbol penghormatan dan pengingat abadi atas jasa Soeharto kepada bangsa dan negara, sekaligus penanda sejarah lahirnya karakter prajurit Kostrad yang tangguh, disiplin, dan setia kepada NKRI.

Dalam sambutannya, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun  S. Sos., M. Si menegaskan bahwa monumen tersebut harus dimaknai sebagai sumber inspirasi lintas generasi.

“Monumen ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi obor perjuangan yang harus terus menyala di hati setiap prajurit Kostrad. Pengabdian kepada bangsa tidak mengenal kata lelah dan tidak boleh berhenti oleh perubahan zaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, nilai kepemimpinan Jenderal Besar M.H. Soeharto—visioner, tegas, dan strategis—telah membentuk fondasi doktrin serta karakter prajurit Kostrad: loyalitas tanpa pamrih, profesionalisme tinggi, dan pengabdian total kepada negara.

“Kostrad dilahirkan dari sejarah perjuangan, ditempa oleh disiplin, dan dituntut selalu siap menghadapi tantangan apa pun,” ujarnya.

Sejarah bangsa mencatat peran besar Jenderal Besar M.H. Soeharto dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk kepemimpinan strategis yang menjadi tonggak penting perjalanan Republik. Warisan nilai itulah yang kini diteguhkan kembali melalui monumen ini—agar terus hidup dalam sikap, tindakan, dan dedikasi prajurit masa kini.

Dengan diresmikannya monumen tersebut, diharapkan tumbuh rasa bangga, motivasi, dan semangat juang yang semakin menggelora di lingkungan Brigif 6 dan Divif 2 Kostrad. Monumen ini menjadi pengingat bahwa prajurit Kostrad harus selalu siap digerakkan kapan pun dan di mana pun, berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta memberikan pengabdian terbaik demi kejayaan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( eno)