100 KK di Dusun Tuyomerto Ikuti Pendampingan Kewirausahaan dan Akses Reforma Agraria 2025
Batu | Serulingmedia.com – Kantor Pertanahan Kota Batu bersama sejumlah instansi menggelar kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Akses Reforma Agraria Tahun 2025, bertempat di Balai Dusun Tuyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Rabu (16/7/2025),

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat program reforma agraria. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Desa Pesanggrahan, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kota Batu, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta narasumber dari Bank BRI Kantor Cabang Kota Batu dan PLUT-KUMKM Kota Batu.

Narasumber dari Bank BRI KC Kota Batu, Erwin Hadianto, menyampaikan bahwa warga Dusun Tuyomerto dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha mikro mereka. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya kelengkapan syarat administrasi dan kejelasan jenis usaha agar pinjaman dapat berdampak nyata terhadap kesejahteraan penerima.
Sementara itu, narasumber dari PLUT-KUMKM Kota Batu, Alan Wahyu Hafiludin, memberikan materi tentang pentingnya manajemen keuangan dalam pengelolaan usaha. Menurutnya, pemahaman manajemen keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha memperoleh laba optimal dan meningkatkan kapasitas pengembangan produk.

“Dengan manajemen keuangan yang tepat, pelaku usaha bisa menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatan, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Koordinator Kelompok Substansi Landreform dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat Kantor Pertanahan Kota Batu berharap, melalui kegiatan ini masyarakat penerima manfaat reforma agraria dapat memanfaatkan materi pelatihan untuk meningkatkan skala usaha dan taraf hidup mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan Reforma Agraria yang menekankan pentingnya sinergi antara penguasaan lahan, akses permodalan, dan peningkatan kapasitas usaha guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.( Eno)






