Watu Payung, Destinasi Wisata Alam yang Jadi Pilihan Reuni Alumni MMTC

Screenshot_2025-09-20-20-00-47-479_com.android.chrome-edit

Sleman | Serulingmedia.com – Objek wisata Watu Payung di Dusun Gedhang Atas, kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman, menjadi destinasi pilihan reuni ketiga alumni Multimedia Training Center (MMTC) lintas angkatan, mulai dari 1984/1985 hingga 2002/2003, Sabtu ( 20/9/2025 ).

Debu jalanan berterbangan, dan raungan mesin Jeep menggelitik telinga, namun wajah-wajah penuh antusias para alumni MMTC lintas angkatan, justru terlihat semakin sumringah.

Rombongan alumni menempuh perjalanan dengan Jeep warna merah, menapaki tanjakan terjal menuju puncak Watu Payung.

Bukan acara ini sekadar perjalanan wisata, inilah momen reuni yang dibalut dengan keindahan alam Prambanan, Sleman.

Suasana kebersamaan reuni semakin terasa hangat ketika para peserta disuguhi panorama indah Pegunungan Sewu dari ketinggian bukit ini yang merupakan batas pemisah antara Yogjakarta dengan Jawa Tengah.

Watu Payung, merupakan destinasi wisata yang kini makin populer di kalangan pecinta alam, berdiri gagah di Dusun Gedhang Atas, Sambirejo.

Dari atas bukit, deretan Pegunungan Sewu terbentang luas seakan menyambut siapa pun yang datang.

Watu Payung dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan alamnya.

Saat pagi tiba, cahaya matahari menembus celah langit timur, menghadirkan panorama sunrise yang memikat.

Tak heran, banyak wisatawan rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati momen langka ini.

Berbeda dengan Tebing Breksi yang menonjolkan keindahan batu kapur bekas tambang, Watu Payung menawarkan keteduhan alami.

Hamparan hijau, udara sejuk, serta suasana pedesaan membuat setiap pengunjung betah berlama-lama.

Selain itu, tersedia pula fasilitas parkir, warung, gazebo, toilet, hingga jasa pengambilan foto dengan konsep “ember seikhlasnya” yang menjadi ciri khas keramahan warga setempat.

Fredy Masahengke, alumni asal Balikpapan, mengaku puas dengan kunjungannya ke Watu Payung.

“Luar biasa, di tempat saya tidak ada lokasi seperti ini. Lokasinya bersih dan luas serta pemandangannya indah sekali,” ujarnya.

Sementara Popo dari Bandung mengungkapkan bahwa kepuasan yang dirasakannya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, hanya bisa dinikmati dengan mata dan rasa.

Menuju lokasi ini, wisatawan bisa menempuh jalur Candi Ijo. Dari jalan beton lurus, perjalanan berlanjut ke jalan aspal, hingga pada tikungan ketiga setelah Kafe Watu Langit, kendaraan diarahkan ke kiri menuju jalur beton yang mengantar langsung ke Watu Payung.

Meski menanjak, perjalanan dengan Jeep justru menambah sensasi petualangan tersendiri.

Letaknya yang berdekatan dengan Tebing Breksi membuat Watu Payung semakin mudah dijangkau wisatawan.

Dengan mengusung tema reuni “Dari Sini Kita Berawal, Dari Sini Kita Berkarya”, perjalanan alumni MMTC ke Watu Payung tidak hanya mempertemukan kenangan lama, melainkan juga membuka ruang baru untuk mengagumi kekayaan alam Nusantara.

Reuni ketiga alumni MMTC kali ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi lintas angkatan, tetapi juga memperkenalkan keindahan Watu Payung sebagai destinasi wisata unggulan Sleman

Setiap tawa, candaan, dan foto bersama di puncak bukit menjadi bukti bahwa kebersamaan bisa terasa semakin indah jika berpadu dengan alam.( Eno).