UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Jatim Gelar Pelatihan UMKM Inklusi Pertama

Pelatihan UMKM

Malang I Serulingmedia.com  – UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan UMKM inklusi pertama, yang berlangsung selama dua hari di Hotel Montana 2, Jalan Candi Panggung, Kota Malang, pada Jumat (13/9/2024). Pelatihan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk 4 peserta disabilitas fisik dan netra.

Ketua panitia pelatihan, Doni, menjelaskan bahwa tema kegiatan ini adalah “Penyusunan Dokumen Hukum bagi Pelaku UMKM.” Menurutnya, pelatihan ini sangat diminati oleh para pelaku UMKM. “Sejak diumumkan di akun sosial media UPT pada 26 Agustus, pendaftaran langsung penuh dalam waktu tiga jam. Ini menunjukkan bahwa pelatihan hukum untuk UMKM sangat dinantikan karena jarang ada pelatihan serupa yang diselenggarakan,” ujar Doni.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi hukum NIC Law Office Malang dan akademisi dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Para peserta mendapatkan materi tentang penyusunan dokumen perjanjian sederhana, perjanjian dengan pemasok, hingga perjanjian dalam kelas. Risky, salah satu pemateri yang merupakan dosen hukum dari Unmer Malang, memberikan apresiasi atas konsep pelatihan inklusi ini. “Ini keren, mungkin pertama kalinya diadakan dan UPT Diskop UKM Jatim yang menginisiasi. Semoga ke depannya bisa berkelanjutan agar semakin banyak pelaku usaha melek hukum,” ungkapnya.

Karjono, salah satu peserta disabilitas netra asal Surabaya, merasakan manfaat besar dari pelatihan ini. “Kami jadi tahu bahwa dalam menyusun draft perjanjian, kami memiliki posisi yang sama, berhak mengusulkan isi perjanjian, bukan hanya tanda tangan saja,” ujar Karjono.

Sementara itu, Emi Masruroh, pelaku usaha dari Nganjuk, mengungkapkan bahwa kehadiran peserta disabilitas tidak menjadi hambatan dalam belajar. “Kami sama-sama pelaku usaha yang memiliki hak yang sama untuk belajar tentang hukum. Kami senang dengan kehadiran mereka,” katanya.

Kepala UPT Pelatihan, Erwin Indra Widjaja, dalam arahannya menyampaikan komitmen UPT dalam menyelenggarakan lebih banyak pelatihan inklusi di masa depan. “UPT akan selalu memperhatikan dan memprioritaskan kegiatan inklusi sebagai upaya mendukung pencapaian program SDGs yang inklusif,” ujar Erwin. Ia juga mengapresiasi semangat peserta difabel yang dengan keterbatasan mereka, tetap hadir di Malang untuk mengikuti pelatihan ini.

Erwin menambahkan, ke depan UPT akan memperbaiki fasilitas untuk mendukung peserta disabilitas, seperti penyediaan papan keterangan di meja agar bisa diakses oleh semua pihak, terutama narasumber.( Eno )