Tujuh Guru Besar Baru Dikukuhkan, UIN Maliki Malang Perkuat Barisan Akademik Menuju Rekognisi Global

2067721_11zon

Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan tujuh guru besar baru dalam Sidang Terbuka Senat, Rabu, (23 /9/2026).

 

Pengukuhan ini menambah kekuatan akademik UIN Maliki Malang di tengah agenda kampus mengejar rekognisi global.

 

Prosesi berlangsung di Aula Rektorat Lantai 5 Kampus 1 UIN Maliki Malang, Jalan Gajayana Nomor 50, Kota Malang. Sidang dibuka Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd., kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Guru Besar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Associate Professor H. Basri, MA., Ph.D.

Tujuh profesor baru tersebut berasal dari rumpun keilmuan yang beragam. Mereka tidak hanya memperkuat kajian bahasa dan pendidikan Islam, tetapi juga pemikiran Islam modern, gerakan Islam, hukum kewarisan, ekologi, serta inovasi pembelajaran.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, MA., bidang Pendidikan Bahasa Arab, dengan pidato ilmiah “Dari I‘rāb ke Makna: Menata Ulang Pembelajaran Nahwu untuk Pendidikan Bahasa Arab Abad ke-21.”

Kemudian Prof. Dr. H. M. Samsul Hady, M.Ag., bidang Pemikiran Islam Modern, melalui pidato “Teori Busur Panah Pemikiran Islam Modern: Gerak Tarik dan Lepas Anak Panah.”

Berikutnya Prof. Dr. Bakhruddin Fannani, MA., bidang Sosiologi Gerakan Islam, mengangkat tema “Rethinking Religion and the Ecological Crisis: Paradigma Eco-Activism Islam dalam Gerakan NU dan Muhammadiyah sebagai Pengawal Ekologi Berkelanjutan di Indonesia.”

Prof. Dr. Zaenul Mahmudi, MA., bidang Hukum Kewarisan Islam, menyampaikan pidato “Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam Indonesia Kontemporer.”

Sementara Prof. Dr. Nurhadi, MA., bidang Strategi Pembelajaran Bahasa Arab, mengangkat tema “Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Tengah Arus Perubahan Zaman: Isu Kontemporer, Tantangan Masa Depan, dan Solusi Strategis.”

Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd., bidang Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab, menyampaikan pidato ilmiah berbahasa Arab tentang pembacaan mendalam dalam pembelajaran bahasa Arab melalui pedagogi “Wa’d”.

Sedangkan Prof. Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag., bidang Inovasi Pendidikan Islam, mengangkat tema “Inovasi Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Spiritualitas Mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.”

Prosesi inti pengukuhan dan pengalungan Gordon Guru Besar dipimpin Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.

Bertambahnya tujuh guru besar tersebut menjadi bagian dari penguatan sumber daya akademik UIN Maliki Malang.

 

Bidang kepakaran para profesor baru juga menunjukkan spektrum kajian yang semakin luas, dari bahasa Arab dan pendidikan hingga hukum Islam, pemikiran Islam, gerakan sosial dan persoalan ekologi.

Dalam rangkaian acara, UIN Maliki Malang juga menayangkan video perkembangan pembangunan Kampus 3.

 

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur kampus yang diarahkan untuk mendukung visi UIN Maliki Malang menuju rekognisi global.

Sidang Terbuka Senat dihadiri jajaran anggota Senat Universitas, pendamping guru besar, pejabat kementerian terkait, serta mitra perguruan tinggi. ( Eno).