Mahakarya Etam Festival 2026, BI Kaltim Dorong Investasi Rp32,7 Triliun dan UMKM Naik Kelas

2301706_11zon

Samarinda | Serulingmedia.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Mahakarya Etam Festival (MEF) 2026 pada 6–8 November 2026 di Atrium BIG Mall Samarinda.

Festival ini menjadi wadah penguatan sinergi ekonomi daerah, promosi produk unggulan UMKM, sekaligus percepatan digitalisasi ekonomi di Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Integrasi Kebijakan untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan”, festival menghadirkan pameran UMKM, gelar wicara, pameran wastra, temu bisnis Bima Etam, hingga pameran Museum Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan Mahakarya Etam Festival merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan MEF 2026 telah diawali dengan Mahakam Investment Forum pada 20–22 Oktober 2026.

Forum tersebut mempertemukan calon investor dengan pemilik proyek potensial di Kalimantan Timur.

“Melalui forum tersebut, kami mempertemukan calon investor dengan pemilik proyek potensial. Forum ini juga menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang hilirisasi dan sinergi investasi, dengan potensi nilai investasi mencapai hampir Rp32,7 triliun,” ujar Jajang saat pembukaan Mahakarya Etam Festival 2026, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan potensi unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM agar semakin berdaya saing.

Berbagai agenda turut memeriahkan festival, di antaranya Mahakam Barista, Bootcamp Fashion Wastra bagi pelajar, Cerdas Cermat Cinta Bangga Paham Rupiah, Wastra Innovation Challenge, lomba tari atau dance, membatik, poster, tari kreasi tradisional, kreasi makanan lokal, hingga kompetisi bento making.

Omzet UMKM Naik 37,98 Persen

Di bidang pemberdayaan usaha, BI Kaltim mencatat sejumlah capaian melalui program pengembangan UMKM sepanjang 2026.

Program Digital Kaltimpreneur yang diikuti 50 UMKM berhasil mencatatkan peningkatan omzet rata-rata peserta sebesar 37,98 persen.

Capaian ini menunjukkan kontribusi digitalisasi dalam memperkuat pemasaran dan pengembangan usaha.

Sementara itu, program Ekspor Kaltimpreneur yang melibatkan 16 UMKM menghasilkan nilai nota kesepahaman (MoU) sebesar Rp15,1 miliar.

Nilai tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan capaian 2025.

Capaian lebih besar juga terlihat dalam rangkaian Trade Expo Indonesia di Jakarta. Melalui program Ekspor Kaltimpreneur, BI Kaltim berhasil memfasilitasi Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp643 miliar.

Selain memperluas pasar, BI Kaltim memperkuat akses pembiayaan UMKM melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Bima Etam yang telah menjangkau hampir 573 UMKM di seluruh Kalimantan Timur, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp30,49 miliar.

Di sisi lain, BI Kaltim juga memperluas edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui penerapan modul ajar bagi siswa SMA dan SMK di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Jajang berharap Mahakarya Etam Festival 2026 tidak berhenti sebagai ajang promosi produk unggulan daerah. Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, penguatan jejaring usaha, perluasan akses pasar, serta percepatan digitalisasi ekonomi.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM, BI Kaltim optimistis potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih kuat, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(Aan/Buang Supeno)