Kejurkot Basket Batu Diikuti 54 Peserta, Mama Evi Bidik Empat Emas PON
Batu | Serulingmedia.com – Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Basket Kota Batu menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Kejuaraan yang diikuti 54 peserta tersebut dibuka Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Timur, Grace Evi Ekawati, di Lapangan Basket Surya, Sabtu (7/11/2026).
Pembukaan Kejurkot keenam ini berlangsung meriah dan berbeda dari seremoni olahraga pada umumnya.

Suasana semakin semarak ketika Grace Evi Ekawati yang akrab disapa Mama Evi memberikan motivasi kepada para atlet, menggelar berbagai tantangan (challenge) untuk menguji keberanian peserta, hingga mengajak mereka berjoget bersama.
Tak hanya memberikan motivasi, Mama Evi juga memanjakan peserta dengan membagikan berbagai hadiah. Mulai dari perlengkapan olahraga, bola basket, kaos, hingga uang tunai dibagikan kepada atlet yang mengikuti tantangan dan mampu menunjukkan keberanian serta antusiasmenya.
Suasana akrab tersebut memperlihatkan pendekatan Mama Evi yang ingin membangun kedekatan dengan atlet tanpa sekat antara pengurus dan peserta.

“Sebetulnya di mana saja Mami Evi berada, saya selalu dekat dengan peserta. Saya tidak pernah merasa diri saya ketua, tetapi saya adalah ibu yang selalu siap menemani, mendukung, dan membantu mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, figur seorang ibu perlu hadir dalam pembinaan olahraga agar atlet merasa nyaman, mendapat dukungan, dan memiliki tempat untuk berbagi.
Kejurkot yang diikuti 54 peserta tersebut mempertandingkan kategori pelajar tingkat SD, SMP, SMA, serta umum. Khusus kategori umum, panitia memberikan kesempatan kepada peserta dari wilayah Malang Raya.
Mama Evi menegaskan, kejuaraan tingkat kota bukan sekadar agenda pertandingan, melainkan pesta bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan prestasi.
“Adanya kejuaraan kota ini merupakan event yang selalu ditunggu setiap atlet. Daerah harus membuat kejuaraan karena ini pestanya mereka,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua PERBASI Kota Batu, Heri Maskur, yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan bola basket. Menurutnya, generasi muda yang mencintai basket harus dirawat dan dilibatkan dalam kolaborasi pembinaan.

“Anak muda yang sangat mencintai bola basket itu kudu dieman, kudu diajak, dan kudu diajak berkolaborasi. Kita membutuhkan orang-orang yang benar-benar mencintai bola basket,” katanya.
Bidik Empat Medali Emas PON
Dalam pembinaan bola basket Jawa Timur, Mama Evi menjelaskan, kompetisi kini semakin berkembang. Bahkan, banyaknya agenda pertandingan terkadang menimbulkan benturan jadwal.
Namun, ia menilai kompetisi yang semakin hidup memberikan dampak lebih luas. Tidak hanya bagi atlet, tetapi juga sektor ekonomi, UMKM, dan pariwisata.
Ia menyebut bola basket telah berkembang menjadi sebuah industri yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, atlet perlu cermat menentukan kompetisi yang diikuti sesuai kebutuhan, kemampuan, dan tahapan pembinaannya.
“Kalau sekarang kompetisi sudah banyak, atlet harus bisa memilih. Tidak semua pertandingan harus diikuti. Harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing,” jelasnya.
Terkait target prestasi, Mama Evi menegaskan PERBASI Jawa Timur membidik empat medali emas pada PON mendatang.
Pada PON sebelumnya, Jawa Timur mencatatkan pencapaian membanggakan. Seluruh nomor yang diikuti berhasil menembus babak final dengan raihan satu medali emas dan tiga medali perak.
“Satu-satunya daerah yang semua nomornya masuk final adalah Jawa Timur. Walaupun kita meraih satu emas dan tiga perak, itu pencapaian luar biasa. Kali ini targetnya semuanya harus emas,” tegasnya.
Ia juga mendorong para atlet muda agar tidak sekadar menjadikan bola basket sebagai hobi, tetapi mampu mengembangkannya menjadi jalan meraih prestasi sekaligus masa depan.
Pesan tersebut terangkum dalam motivasi ‘Kembangkan Hobimu untuk Berprestasi’.
Menurut Mama Evi, prestasi olahraga dapat membuka peluang bagi atlet untuk mengembangkan karier, termasuk memperoleh kesempatan pendidikan melalui jalur prestasi.
“Basket sudah menjanjikan. Kalau kalian bisa berprestasi, itu bisa menunjang karier dan pendidikan, termasuk kesempatan sekolah gratis. Jadi, harus pintar mengatur waktu antara olahraga dan belajar,” ungkapnya.
Persiapan Porprov Jatim 2027
Sementara itu, Ketua PERBASI Kota Batu, Heri Maskur, mengatakan Kejurkot keenam ini diikuti 54 peserta dari berbagai kategori usia dan tingkat pendidikan.
Selain menjadi agenda rutin organisasi, kejuaraan tersebut dimanfaatkan untuk memetakan potensi atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya.
Menurut Heri, setiap pengurus PERBASI kabupaten dan kota memiliki kewajiban menyelenggarakan kejuaraan minimal satu kali dalam setahun sebagai bagian dari pembinaan dan penjaringan atlet.
“Selain agenda rutin yang memang wajib dilaksanakan, kegiatan ini juga menjadi salah satu persiapan dan penjaringan atlet untuk Porprov 2027 di Surabaya,” jelasnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurkot juga disampaikan perwakilan KONI Kota Batu, Gaib Sampurno.

Ia mengapresiasi langkah PERBASI Kota Batu yang konsisten menggelar kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet.
Menurut Gaib, Kejurkot tidak hanya memeriahkan Hari Jadi ke-25 Kota Batu, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menemukan bibit-bibit atlet basket potensial.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Kejurkot ini. Sebagai bentuk nyata, PERBASI Kota Batu mampu melakukan pembinaan atletnya guna persiapan Porprov Jawa Timur 2027,” ungkap Gaib.
Melalui Kejurkot tersebut, PERBASI Kota Batu diharapkan mampu memperkuat pembinaan dari tingkat pelajar hingga umum sekaligus menyiapkan atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama Kota Batu dalam persaingan olahraga bola basket Jawa Timur. ( Eno)
