Asesor LAM-PTKes Lakukan Asesmen Prodi Magister Farmasi PPs UMI Makassar

Yahya_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) melaksanakan asesmen pada Program Studi Magister Farmasi Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai bagian dari pembinaan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Tim asesor LAM-PTKes yang terdiri atas Prof. Dr. Apt. T.N. Saifullah, S.MSi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Prof. Apt. Erindya Retno Wikantyasning, M.Si., Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan asesmen lapangan di Kampus Pascasarjana UMI Makassar.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H, mengatakan bahwa asesmen ini menjadi momentum penting bagi penguatan mutu akademik dan tata kelola Program Studi Magister Farmasi.

Asesmen ini kami harapkan menjadi sarana pembinaan dan pengarahan bagi program studi, khususnya Magister Farmasi, agar ke depan mampu meningkatkan capaian akreditasi dan kualitas lulusan,” ujar Prof. Hambali.

Ia menambahkan bahwa kehadiran asesor LAM-PTKes merupakan kesempatan strategis bagi institusi untuk memperoleh masukan objektif.

Kami sangat terbuka terhadap rekomendasi dan evaluasi dari asesor sebagai bahan perbaikan berkelanjutan bagi program studi,” tegasnya.

Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar, Prof. Dr. H. Laode Husen, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa Pascasarjana UMI terus berkembang dalam pembinaan program akademik.

Saat ini Program Pascasarjana UMI membina enam program doktor dan 14 program magister, termasuk Program Studi Magister Farmasi, yang menjadi salah satu prodi unggulan,” ungkap Prof. Laode.

Ia menegaskan bahwa asesmen menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menjaga mutu.
Asesmen ini tidak semata penilaian administratif, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap kualitas akademik, SDM, serta tata kelola kelembagaan,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Apt. T.N. Saifullah menyampaikan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan kondisi faktual.

Kami hadir untuk mencocokkan laporan yang disampaikan ke LAM-PTKes dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus memberikan masukan dan pembinaan untuk peningkatan kualitas Program Studi Magister Farmasi,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan mutu tidak hanya menyasar aspek kelembagaan, tetapi juga sumber daya manusia.
Penilaian mencakup dosen, mahasiswa, alumni, kurikulum, serta sistem pengelolaan agar prodi mampu berkembang secara berkelanjutan,” tambah Prof. Saifullah.

Asesmen yang berlangsung pada 3–4 Februari 2026 tersebut menitikberatkan pada delapan kriteria penilaian, meliputi visi, misi, tujuan dan strategi, kurikulum, mahasiswa, tenaga kependidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola dan administrasi.

Sesuai dengan ketentuan terbaru Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, hasil akreditasi ditetapkan dalam tiga kategori, yakni tidak terakreditasi, terakreditasi, dan terakreditasi unggul(Yah/Eno)