Ribut Di Pasar Pagi Among Tani: Persoalan Lincak dan Rebutan Lokasi
Batu | serulingmedia.com – Pedagang pasar pagi yang ada di Pasar Induk Among Tani, ribut masalah lincak dan rebutan lokasi, Kamis dinihari ( 9/5/2024 ).
Para pedagang mempersoalkan pengadaan lincak. Dimana hasil kesepakatan 1.097 pedagang, agar lincak tempat menata barang jualan bisa seragam bentuk maupun ukurannya, menyerahkan kepada dinas dengan mengganti biaya pembuatan Rp.1,2 Juta.
Para pedagang ribut, karena jumlah yang dibagikan cuma 600 unit saja, tidak sesuai dengan jumlah pedagang yang ada di Pasar Pagi.

Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu, Aris Setiawan yang dikonfirmasi dilokasi pasar pagi, Kamis dini( 9/5/2024 ) menjelaskan memang pengadaan lincak untuk jualan, hasil kesepakatannya diserahkan ke Dinas dan mereka secara sukarela menentukan sendiri nilai biaya pembuatannya. Dari 1.097 pedagang ternyata yang melunasi tidak semuanya.
” karena baru 600 pedagang yang melunasi dan lainnya berjanji minggu depan, maka yang sudah lunas dulu yang mendapatkan lincaknya. Minggu depan insyallah semuanya sudah memilikinya, tidak ada niatan kami untuk mengambil hak pedagang ” ungkap Aris yang didampingi kepala UPT Pasar Induk Among Tani.
Diakui Aris, situasi baru pindahan dari lokasi Stadion Brantas ke Pasar Induk ini memerlukan penataan ulang, kendati diatas kertas 1.097 pedagang bisa masuk semuanya, ternyata ada yang tidak kebagian.
” kita maklumi, ini situasi baru ya begini ini, harus sabar, semuanya perlu waktu dan proses” paparnya.
Langkah yang dilakukan antisipasi terjadinya rebutan lokasi, akan memanggil semua ketua kelompok pedagang membicarakan hasil kesepakatan dan hasil undian penentuan lokasi yang sudah dilakukan sebelumnya namun semua itu tidak dijalankan pedagang.
” Contoh, waktu loading disepakati pukul 23.00, satu jam sebelum waktunya buka yaitu pukul 24.00. Prakteknya jam 16.00 sore sudah ada pedagang yang masuk dan menempati lokasi orang lain hasil undian, sehingga menimbulkan kesalahfahaman. Kedua, ukuran lincak tidak sesuai kesepakatan 1,8x 1 meter malah membawa lincak lebar yang pernah dipakai waktu di Stadion Brantas, dampaknya mengurangi jatah pedagang lainnya sehingga tidak kebagian tempat,akhirnya timbul protes. Hal- hal seperti ini akan kami bahas dengan ketua kelompok ” lanjut Aris.

Disebutkan juga dalam penentuan lincak semula disepakati ukuran 80 sudah jadi 300 unit, ternyata pedagang tidak menerima dan minta yang agak panjang, terakhirnya disepakati ukuran 1,8 x 1 meter yang sekarang ini. Itupun belum lunas semuanya.
” jika ada yang protes, kenapa pedagang mulai menata dagangannya situasi pasar masih gelap. Ia memang mereka loading jualan belum waktunya.Mereka mendahului kesepakatan. Kesepakatan loading dimulai pukul 23.00 pasti lampu menyala. Aktivitas pedagang pasar pagi mulai pukul 24.00 sampai pukul 07.00 pagi dan posisi pasar harus bersih kembali ” pungkas Aris Setiawan.( Eno ).






