Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Titip Doa, Pelepasan 22 Jamaah Haji 2026 Sarat Pesan Spiritual
Malang | Serulingmedia.com – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti agenda pelepasan calon jamaah haji tahun 2026 di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 22 calon jamaah haji resmi dilepas dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) di lobi lantai 1 kampus.
Kegiatan ini menjadi momen reflektif yang tidak hanya melepas keberangkatan, tetapi juga menguatkan nilai-nilai spiritual seluruh civitas akademika. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I hingga IV, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, Ketua LP2M, serta para calon jamaah haji yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana hening dan penuh kekhusyukan. Bacaan tilawah seakan menjadi pengantar batin bagi seluruh hadirin untuk menyadari bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan jiwa menuju kedekatan dengan Sang Pencipta.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana menyampaikan pesan yang menyentuh, meski ia mengaku tidak dapat mendampingi secara langsung para jamaah ke Tanah Suci.
“Mohon maaf secara fisik tidak dapat membersamai, namun insyaAllah doa saya selalu menyertai,” tuturnya dengan penuh ketulusan.
Ia mengingatkan bahwa setiap doa memiliki waktu-waktu mustajab. Karena itu, para jamaah diharapkan mampu memaksimalkan setiap momentum ibadah dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT. Menurutnya, kesempatan berhaji adalah takdir istimewa yang telah ditetapkan bahkan sejak niat itu tumbuh dalam hati.
“Niatan haji itu harus selalu diniatkan. Kita perlu memberikan penguatan pada diri kita sendiri,” pesannya.
Lebih dari itu, Rektor juga menitipkan harapan besar kepada para jamaah untuk membawa nama baik kampus di Baitullah. Ia memohon agar para jamaah tidak lupa mendoakan kemajuan kampus, keberkahan lulusan, serta kemudahan bagi seluruh pimpinan dalam mengemban amanah membangun universitas.
“Bawalah nama kampus kita di Baitullah. Doakan lulusan kami agar senantiasa bermanfaat dan berkah. Doakan pula agar seluruh pimpinan diberi kemudahan dalam menggapai cita-cita untuk kampus tercinta,” ujarnya.
Dalam pesannya, Rektor menegaskan bahwa ibadah haji adalah simbol perjuangan yang menuntut kesiapan fisik, materi, dan mental. Oleh karena itu, para jamaah diharapkan mengiringi setiap langkah dengan ikhtiar, keikhlasan, dan tawakal.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua LP2M Isroqunnajah, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Malang. Doa tersebut menambah kekhusyukan suasana sekaligus menguatkan harapan agar seluruh calon jamaah haji diberikan kelancaran, kesehatan, serta menjadi haji yang mabrur.
Momen ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi pengingat mendalam bahwa setiap perjalanan menuju Baitullah adalah perjalanan hati—tentang niat, perjuangan, dan kepasrahan total kepada kehendak Ilahi. ( Eno)






