Rektor UIN Maliki Gerakkan Wakaf melalui Dana Abadi Kementerian Agama RI

api2

Malang | Serulingmedia.com — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., mengajak para ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia untuk mendukung gerakan wakaf melalui Dana Abadi Kementerian Agama RI.

Ajakan tersebut disampaikan dengan cara yang santai namun penuh makna dalam Forum SPI PTKN se-Indonesia yang digelar UIN Maliki Malang bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Rabu (26/11/2025).

Prof. Ilfi menegaskan bahwa penguatan dana abadi adalah keniscayaan bagi perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.

“Kalau kita ingin PTKN tumbuh sebagai kampus yang unggul dan mandiri, maka wakaf adalah jalannya. Kita harus mulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri. Dengan wakaf, kita sedang menyiapkan masa depan pendidikan kita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan mimpi besar UIN Maliki dan PTKN lain untuk memiliki dana abadi yang kokoh, layaknya Al-Azhar yang mampu membiayai penuh mahasiswanya, atau Harvard dengan endowment raksasa yang menopang berbagai riset dan beasiswa.

IPB disebutnya sebagai contoh nyata di dalam negeri yang berhasil membangun dana abadi hingga ratusan miliar rupiah.

“Di Kementerian Agama, dana abadi kita masih kecil. Tapi kalau kita bergerak bersama, bukan tidak mungkin PTKN akan berdiri sejajar dengan kampus besar dunia. Dan itu semua dimulai dari keikhlasan kita hari ini,” lanjutnya.

Nominal wakaf yang diajakkan pun tidak memberatkan. Peserta dibebaskan memilih, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Yang terpenting, kata Prof. Ilfi, adalah niat ikhlas untuk membangun keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia.

Ajakan itu disambut antusias. Suasana forum yang semula formal mendadak cair dan hangat.

Di tengah forum, terpampang QR Code Wakaf Tunai di layar utama. Tanpa banyak pengantar, Prof. Ilfi — rektor perempuan pertama UIN Malang — langsung mengundang seluruh peserta untuk membuka gawai dan memindai kode tersebut. Mobile banking pun “dipanggil” ke arena forum.

Para ketua SPI tampak membuka ponsel masing-masing, mengikuti instruksi sang rektor. Bahkan Prof. Ilfi sendiri ikut membuka gawai di atas panggung sebagai simbol bahwa gerakan itu dilakukan secara bersama-sama.

Forum Penguatan SPI ini menjadi momentum penting bagi PTKN se-Indonesia, bukan hanya untuk memperkuat sistem pengawasan, tetapi juga untuk membangun gerakan kolektif demi masa depan pendidikan Islam.

Dari integritas hingga wakaf, dari pengawasan hingga kesejahteraan umat — UIN Maliki menegaskan bahwa kampus bersih tidak hanya dibangun oleh regulasi, tetapi juga oleh keikhlasan dan keteladanan.( Eno).