Rektor UIN Malang Raih Penghargaan “Leading The Great Campus and Eco-Pesantren” pada Anugerah Times Indonesia 2025

Screenshot_2025-11-28-10-09-34-008_com.whatsapp-edit

Malang | Serulingmedia.com — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih The Green Gateway Award kategori “Leading The Great Campus and Eco-Pesantren” pada ajang Anugerah Times Indonesia 2025,Kamis ( 27/11/2025 ).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner Prof. Ilfi dalam memperkuat gerakan kampus berkelanjutan sekaligus mendorong praktik eco-pesantren di Indonesia.

Sejak memimpin UIN Malang, Prof. Ilfi dikenal sebagai tokoh yang konsisten mendorong transformasi kampus hijau berbasis eco-teologi — sebuah gagasan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan tanggung jawab ekologis.

Pendekatan ini tidak berhenti pada level wacana, tetapi diwujudkan dalam berbagai program nyata, salah satunya melalui buku yang beliau tulis berjudul “Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren”.

Buku tersebut menjadi panduan konseptual sekaligus praktik bagi sivitas akademika dan lingkungan pesantren.

Komitmen tersebut tercermin dari banyaknya langkah konkret yang dilakukan, antara lain pembangunan green campus dengan desain berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan seperti solar panel, pengelolaan air, penguatan ruang terbuka hijau, hingga efisiensi energi dan sumber daya.

Selain itu, gerakan bersih sungai dan kegiatan rutin menjaga kebersihan lingkungan kampus menjadi bagian dari budaya ekologis yang terus ditanamkan kepada mahasiswa dan tenaga pendidik.

Tidak hanya fokus pada kampus, UIN Malang juga aktif mengembangkan program pendampingan eco-pesantren.

Inisiatif ini mendorong pesantren untuk menerapkan praktik keberlanjutan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah hingga konservasi lingkungan.

Di bawah arahan Prof. Ilfi, kegiatan tersebut memperluas dampak ekologis UIN Malang hingga ke masyarakat sekitar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Prof. Ilfi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika UIN Malang.

“Krisis lingkungan tidak bisa ditanggulangi oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja kolektif: kampus, pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah bekerja bersama membangun budaya ekologis di UIN Malang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa visi green campus dan eco-pesantren adalah gerakan jangka panjang yang bertujuan membangun peradaban.

“Dalam Islam, menjaga bumi adalah amanah. Eco-teologi menjadi cara kita menghidupkan kembali nilai itu dalam konteks pendidikan modern,” tambahnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, UIN Malang semakin memperteguh posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang konsisten mengusung nilai keberlanjutan, inovasi, dan keteladanan lingkungan. Banyak pihak berharap, di bawah kepemimpinan Prof. Ilfi, kampus ini akan terus menjadi model pengembangan eco-teologi dan eco-pesantren yang menginspirasi lembaga pendidikan lain di Indonesia.( Eno)