Prodi BSA UIN Malang Perkuat Kurikulum OBE, Gandeng Pakar UAD Yogyakarta
Malang | Serulingmedia.com – Prodi BSA UIN Malang Perkuat Kurikulum OBE, Gandeng Pakar UAD Yogyakarta. Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memacu peningkatan mutu akademik melalui pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar sesi sharing pengembangan kurikulum bersama Dr. Djamaluddin Perawironegoro, S.Th.I., M.Pd.I. dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti Ketua Prodi BSA Dr. Abdul Basid, Sekretaris Prodi Dr. Moh. Zawawi, serta seluruh Tim Pemutakhiran Kurikulum Prodi BSA. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum Prodi BSA tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Djamaluddin menekankan bahwa kebijakan akreditasi perguruan tinggi saat ini mengharuskan penerapan kurikulum berbasis OBE. Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan sebagai hasil akhir proses pembelajaran, bukan semata penyampaian materi.
“Kunci utama OBE terletak pada penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). CPL harus dirumuskan secara jelas, terukur, dan mencakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan yang dibutuhkan lulusan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penetapan Profil Lulusan sebagai langkah awal pemutakhiran kurikulum. Profil tersebut harus dirancang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan memiliki daya saing dan kejelasan kompetensi di pasar kerja.
Pemutakhiran kurikulum Prodi BSA turut membahas keterkaitan Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam satu sistem yang utuh. Kurikulum diposisikan sebagai siklus input–proses–output, mulai dari kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana, proses pembelajaran yang aktif dan kreatif, hingga sistem penilaian yang mengukur ketercapaian kompetensi lulusan secara objektif.
Selain OBE, pengembangan kurikulum juga diarahkan untuk mendukung penuh kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Prodi BSA tengah merancang skema agar mahasiswa dapat menempuh pembelajaran di luar program studi hingga tiga semester atau setara 60 SKS, tanpa mengabaikan capaian pembelajaran utama.
Ketua Prodi BSA, Dr. Abdul Basid, menegaskan bahwa pemutakhiran kurikulum ini bertujuan memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, khususnya di era industri 4.0.
“Kami ingin memastikan materi ajar dan metode pembelajaran selalu relevan. Lulusan Prodi BSA diharapkan tidak hanya unggul dalam bahasa dan sastra Arab, tetapi juga memiliki keterampilan profesional yang diakui di dunia kerja,” ujarnya.
Melalui langkah strategis ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin meneguhkan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. (Eno)






