Penghargaan yang Menyentuh Hati: Keteladanan Wali Kota Batu dan Desa Bulukerto Menjaga Masa Depan dari Ancaman Narkoba

PENGHARGAAN NARKOBA_11zon

Batu I Serulingmedia.com – Tidak semua perjuangan melawan narkoba terdengar lantang. Sebagian justru hadir dalam bentuk kehadiran pemimpin yang konsisten, desa yang peduli, dan masyarakat yang memilih untuk tidak berpaling. Di sanalah sebuah penghargaan menemukan makna sejatinya—bukan sekadar simbol, melainkan peneguhan atas kerja bersama yang dilakukan dengan hati.

Kepala BNN Kota Batu, Renny Puspita, menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan dari Kepala BNN RI yang diberikan kepada Nurochman, Wali Kota Batu, serta Kepala Desa Bulukerto Suhermawan . Bagi Renny, penghargaan ini adalah pengakuan atas keberanian para pemimpin daerah dalam menjadikan isu narkoba sebagai tanggung jawab bersama, bukan beban satu institusi semata.

“Penghargaan ini bukan tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang siapa yang paling konsisten menjaga masa depan masyarakatnya,” tutur Renny dengan nada reflektif, Sabtu ( 14/2/2026 ).

Komitmen itu juga ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batu. Menurut Nurochman, penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Kota Batu—pemerintah, aparat, desa, dan masyarakat yang bergerak dalam satu irama.

“Kami memandang penguatan BNN Kota Batu dalam Forkopimda sebagai langkah penting untuk mempercepat koordinasi dan aksi nyata di lapangan. Upaya mewujudkan Kota Batu Bersih Narkoba harus dilakukan bersama, dari pemerintah hingga masyarakat,” ujar Nurochman.

Bagi Nurochman, kepemimpinan bukan hanya soal mengeluarkan kebijakan, tetapi memastikan kebijakan itu hidup di tengah masyarakat. Karena itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu akan terus mendukung integrasi program edukasi anti narkoba sejak dini, penguatan regulasi daerah, serta pemberdayaan masyarakat sebagai benteng sosial yang mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

“Kami akan terus mendorong edukasi, memperkuat regulasi, dan memberdayakan masyarakat. Melawan narkoba tidak bisa parsial, harus menyeluruh dan berkelanjutan,” tambahnya.

Keteladanan tersebut menemukan gema yang kuat di Desa Bulukerto. Di desa ini, komitmen melawan narkoba tumbuh dari kepedulian yang sederhana namun konsisten. Kepala desa bersama warga memilih untuk saling menjaga, bukan saling menghakimi. Penyalahguna dirangkul untuk dipulihkan, sementara lingkungan diperkuat agar tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika.

Seorang ibu, dengan suara bergetar, pernah berkata, “Yang kami rasakan bukan takut, tapi ditolong. Desa dan BNN membuat kami yakin bahwa anak kami masih punya masa depan.”

Sinergi ini semakin kokoh ketika Forkopimda, BNN, pemerintah daerah, dan desa berdiri dalam satu barisan. Penindakan tegas dijalankan terhadap bandar dan pengedar sebagai bentuk keberanian negara. Namun pada saat yang sama, rehabilitasi dijadikan jalan kemanusiaan bagi para korban dan penyalahguna—karena tujuan utama bukan menghukum, melainkan menyelamatkan.

“Kami keras terhadap kejahatan narkoba, tetapi lembut kepada manusia. Karena tujuan kami bukan menghukum, melainkan menyelamatkan,” tegas Renny Puspita.

Selama Wali Kota Batu dan desa-desa seperti Bulukerto terus menjaga komitmen ini, harapan para orang tua, senyum anak-anak, dan masa depan Kota Batu akan tetap terlindungi—bersih dari narkoba, kuat oleh kebersamaan, dan bermartabat sebagai kota yang menjaga kehidupan.

Di titik inilah penghargaan itu menjelma menjadi cahaya. Cahaya yang menuntun Kota Batu menuju arah yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih bermartabat. Cahaya dari kepemimpinan yang memberi teladan, dari desa yang menjaga warganya, dan dari masyarakat yang memilih untuk bergerak bersama.

Selama komitmen ini terus dirawat, Kota Batu Bersinar bukan sekadar slogan, melainkan ikhtiar nyata menjaga kehidupan—hari ini, esok, dan untuk generasi yang akan datang. ( eno)