Malang I Serulingmedia.com — Isu kesehatan mental mahasiswa kembali mendapat perhatian serius dari Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan OPTIMIS (Obrolan Penelitian Tiap Kamis) yang digelar oleh Program Studi Magister Psikologi, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang merupakan agenda rutin ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil publikasi ilmiah dosen kepada sivitas akademika. Mengusung tema “Building Resilience to Promote Mental Health in University Students”, forum ini menghadirkan Yulia Sholichatun sebagai narasumber utama.
Acara dilaksanakan secara hybrid di Ruang Sidang Lantai 1 Fakultas Psikologi dan diikuti oleh dosen, mahasiswa S1, serta mahasiswa Magister Psikologi.
Dalam paparannya, Dr. Yulia menegaskan bahwa mahasiswa saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan akademik hingga dinamika sosial yang terus berkembang. Dalam kondisi tersebut, resiliensi dinilai sebagai kemampuan kunci agar mahasiswa tetap adaptif dan produktif.
“Resiliensi bukan hanya kemampuan untuk bertahan, tetapi kemampuan untuk beradaptasi dan tetap berkembang meskipun berada dalam situasi penuh tekanan. Ini yang menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa,” ujarnya.
Hasil penelitian yang dipaparkan menunjukkan bahwa resiliensi memiliki hubungan signifikan dengan kondisi kesehatan mental mahasiswa. Mahasiswa dengan tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik serta risiko distress yang lebih rendah.
Lebih lanjut, Dr. Yulia menjelaskan bahwa penguatan resiliensi tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor pendukung. Mulai dari modal psikologis, keseimbangan kehidupan, hingga pola komunikasi yang sehat.
“Resiliensi tidak berdiri sendiri. Ia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Artinya, upaya menjaga kesehatan mental mahasiswa harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pada individu tetapi juga pada lingkungan,” tambahnya.
Melalui forum ini, Fakultas Psikologi menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budaya akademik berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Penguatan resiliensi mahasiswa diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi juga terintegrasi dalam praktik pendidikan tinggi sebagai langkah preventif dan promotif dalam menjaga kesehatan mental.( Eno)