Nurochman Bidik Kenaikan Kursi PKB Batu, Target Politik 2026–2031 Harus Dibayar dengan Kerja Nyata
Batu | Serulingmedia.com – Kembali memimpin DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031, Nurochman membidik kenaikan perolehan kursi legislatif sekaligus memperkuat posisi partainya dalam kontestasi politik mendatang.
Namun, Wali Kota Batu itu menegaskan, ambisi elektoral harus dibarengi pembenahan internal dan kerja nyata untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap partai politik.
Penegasan tersebut disampaikan Nurochman seusai dikukuhkan sebagai Ketua DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031 oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanudin Wahid di Hotel Samara, Kota Batu, Minggu malam (25/10/2026).

Menurut Nurochman, kepengurusan baru tidak boleh berhenti pada pergantian periode dan penyegaran struktur organisasi.
Pengukuhan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap orientasi perjuangan, kinerja kader, serta dampak program partai bagi masyarakat.
“Kita melakukan refleksi besar dan menata ulang orientasi perjuangan politik kami. Kita tidak bisa menutup mata bahwa hari ini citra partai politik di mata publik sering kali dihadapkan pada tantangan ketidakpercayaan,” ujarnya.
Ia mengakui, politik masih kerap dipersepsikan masyarakat sebatas perebutan kekuasaan lima tahunan.
Karena itu, PKB Kota Batu berkomitmen mengubah persepsi tersebut melalui politik yang berorientasi pada pelayanan dan kemaslahatan masyarakat.
“Kami ingin menegaskan kembali bahwa sejatinya politik adalah sarana ibadah dan alat untuk kemaslahatan umat manusia,” tegasnya.
Bidik Kenaikan Kursi Legislatif
Target meningkatkan perolehan kursi legislatif menjadi salah satu agenda politik DPC PKB Kota Batu selama lima tahun mendatang.
Nurochman berharap partainya mampu memperkuat dukungan masyarakat sehingga memiliki posisi lebih kuat dalam memperjuangkan kebijakan daerah.
PKB juga ingin terus berkembang dalam menghadapi kontestasi pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Meski demikian, target tersebut harus ditopang konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan kedekatan kader dengan masyarakat.
Bagi Nurochman, kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui kegiatan seremonial, pidato politik, atau mobilisasi menjelang pemilu.
Partai harus membuktikan keberpihakannya melalui tindakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Karena itu, pengurus baru diminta menjadikan evaluasi sebagai dasar untuk menyusun program perjuangan selama lima tahun ke depan.
Sebelum pengukuhan, DPC PKB Kota Batu menggelar orientasi politik bagi pengurus baru pada Minggu siang, kemudian dilanjutkan musyawarah kerja untuk membedah agenda dan program partai.
Program tersebut akan dijabarkan dalam rencana tahunan agar pelaksanaan dan capaian perjuangan politik dapat dievaluasi secara berkala.
Pengurus Wajib Responsif terhadap Aduan Warga
Selain mengejar target elektoral, Nurochman menekankan perubahan pola pelayanan kader. Ia meminta seluruh pengurus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan tidak mengabaikan warga yang datang untuk menyampaikan keluhan.

“Khusus untuk pengurus PKB, tidak boleh menolak jika ada tamu pada malam hari atau menerima panggilan telepon, khususnya untuk warga Kota Batu. Jika ada anggota PKB atau masyarakat yang mengadu, harus diterima,” katanya.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi karakter utama kader PKB. Pengurus partai tidak cukup hadir ketika membutuhkan dukungan politik, tetapi harus siap mendengar dan membantu warga ketika menghadapi persoalan.
Komitmen tersebut, lanjutnya, telah dijalankan Fraksi PKB DPRD Kota Batu melalui agenda rutin setiap Jumat di kantor DPC. Program yang telah berlangsung sekitar empat bulan itu menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan.
Aduan warga kemudian dipilah berdasarkan prioritas untuk diperjuangkan melalui mekanisme politik dan kebijakan di DPRD.
Langkah tersebut diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan proses pengambilan kebijakan. Dengan demikian, aspirasi warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi memperoleh tindak lanjut yang jelas sesuai kewenangan dan prioritasnya.
Hadapi Krisis Kepercayaan, PKB Dituntut Bertransformasi
Nurochman menilai, tantangan partai politik saat ini semakin besar karena masyarakat lebih vokal, kritis, dan cepat merespons berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik.
Kondisi tersebut menuntut partai politik melakukan transformasi, baik dalam orientasi perjuangan, pola komunikasi, maupun cara merespons kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, partai harus berani mengevaluasi letak kekeliruan dalam pendekatan politiknya apabila belum mampu mendapatkan kepercayaan publik secara optimal.
Karena itu, pembenahan internal menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa program dan kebijakan partai benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Citra partai tidak dibangun lewat panggung-panggung podium ini, melainkan lewat kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput,” tandasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh pengurus baru PKB Kota Batu.
Mereka dituntut membuktikan bahwa penguatan organisasi dan target kenaikan kursi legislatif berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jaga Kedekatan dengan NU, Buka Kolaborasi Lintas Partai
Dalam arah perjuangannya, Nurochman juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Kehadiran para kiai, ibu nyai, dan tokoh agama dalam pengukuhan pengurus disebut sebagai jangkar moral bagi kader untuk menjaga kejujuran dan integritas.
“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan kami berkomitmen untuk tidak akan pernah lepas dari restu, bimbingan, serta nilai-nilai kejujuran yang diajarkan oleh para ulama,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemulihan citra partai harus dimulai dari integritas internal. Nilai perjuangan yang diwariskan para ulama harus tercermin dalam perilaku kader, pelaksanaan tugas politik, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, Nurochman mengajak seluruh pimpinan partai politik di Kota Batu menjaga iklim politik yang sehat. Perbedaan pilihan dan warna politik, menurutnya, tidak boleh menghalangi kerja sama untuk mendorong kemajuan daerah.
“Pilihan politik kita mungkin berbeda, warna bendera kita tidak sama, namun kita semua memiliki satu tujuan yang seirama, yakni membawa Kota Batu menjadi daerah yang lebih maju, makmur, dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia menyatakan PKB Kota Batu terbuka untuk berkolaborasi, berdialog, dan bersinergi secara konstruktif dengan seluruh kekuatan politik, terutama dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Partai politik harus menjadi wadah yang melahirkan solusi, bukan sekadar konflik maupun perdebatan. Kita kembalikan marwah partai politik sebagai pilar demokrasi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lima Tahun Pembuktian
Menutup arahannya, Nurochman meminta seluruh pengurus DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031 segera bekerja dan turun ke tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab kepengurusan bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memastikan aspirasi warga mendapat perhatian dan diperjuangkan.
“Tugas berat telah menanti kita semua. Mulai hari ini, mari kita bersama-sama turun ke masyarakat, kita dengarkan keluh kesah mereka, kita kawal aspirasi mereka, dan jadilah kader yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga memohon doa restu dan bimbingan Sekretaris Jenderal DPP PKB, jajaran DPW PKB Jawa Timur, serta para masyayikh dan tokoh agama agar kepengurusan baru tetap istiqamah menjalankan perjuangan politik.
Dengan target peningkatan kursi legislatif dan komitmen memperbaiki pelayanan, kepengurusan baru PKB Kota Batu menghadapi dua pekerjaan sekaligus: memperkuat posisi politik dan membuktikan bahwa keberadaan partai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan lima tahun mendatang pada akhirnya tidak hanya diukur dari perolehan suara dan kursi, tetapi juga dari kemampuan kader menjawab persoalan warga serta menjaga kepercayaan publik terhadap partai politik. ( Eno).
