Lantik Pengurus DPC PKB Kota Batu 2026–2031, Hasanudin Wahid Tegaskan Politik Harus Berpihak kepada Rakyat
Batu | Serulingmedia.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. Hasanudin Wahid, menegaskan bahwa jabatan kepengurusan partai bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan amanah moral dan ideologis untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Penegasan itu disampaikan Hasanudin saat melantik dan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Batu masa bakti 2026–2031 di Hotel Samara Batu, Minggu malam (25/10/2026).

Dalam prosesi pelantikan, Hasanudin mengingatkan para pengurus agar menjaga kehormatan dan marwah partai, sekaligus menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.
“PKB lahir bukan hanya hadir untuk berkuasa, tetapi lebih dari itu untuk menghadirkan politik yang bermoral, beradab, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Menurut Hasanudin, kepemimpinan di tubuh PKB harus dibangun melalui keteladanan, kesetiaan terhadap nilai perjuangan, serta keberanian menjaga kehormatan organisasi. Karena itu, sumpah dan janji pengurus tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas seremonial.
Ia menekankan, ikrar yang diucapkan para pengurus merupakan bentuk kesediaan untuk mengutamakan amanah dan pengabdian di atas ambisi maupun kepentingan pribadi.
“Memilih amanah di atas ambisi, memilih pengabdian di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.
Kader PKB Dilarang Eksklusif dan Elitis
Dalam arahannya, Hasanudin menyampaikan sejumlah pesan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, kepada seluruh kader, termasuk pengurus di Kota Batu.
Salah satu tantangan utama partai politik, menurut dia, adalah memulihkan kepercayaan publik. Meski masyarakat tetap berpartisipasi dalam pemilu, tingkat kepercayaan terhadap partai politik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui tindakan nyata.
Karena itu, Hasanudin meminta kader PKB tidak terjebak dalam kehidupan politik yang eksklusif dan elitis.
“Kader PKB dilarang eksklusif, dilarang elitis, dan dilarang hidup hanya untuk dirinya, untuk partainya, atau hanya untuk DPR-nya,” tegasnya.
Ia meminta seluruh kader, baik yang berada di lembaga eksekutif maupun legislatif, tetap hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, menyerap aspirasi, serta menjembatani kebutuhan warga dengan pemerintah.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup ditunjukkan melalui kegiatan politik menjelang pemilu. Kader harus menjadikan pelayanan publik sebagai bagian dari kerja sehari-hari.
“Handphone-nya enggak boleh mati, mendengarkan keluhan, mendengarkan aspirasi, menjembatani kepentingan mereka,” katanya.
Hasanudin menilai, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui konsistensi pelayanan, bukan sekadar janji maupun pencitraan politik.
Ajak Rangkul Generasi Z dan Generasi Alfa
Hasanudin juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi dengan melibatkan generasi muda dalam kehidupan politik.
Menurutnya, partai politik harus mampu membangun komunikasi yang relevan dengan Generasi Z dan Generasi Alfa agar mereka tidak terjebak dalam sikap apatis terhadap persoalan kebangsaan.
Ia mengajak kader PKB berkompetisi secara sehat untuk menghadirkan ruang partisipasi politik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau mereka apolitis, kalau mereka apatis, itu membahayakan masa depan Republik ini,” ujarnya.
Hasanudin menegaskan, pelibatan generasi muda bukan semata-mata untuk kepentingan elektoral partai, melainkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendorong perubahan dan pembangunan.
Dalam konteks Kota Batu, ia meminta kader PKB ikut mengambil bagian dalam transformasi daerah melalui kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen politik.
Kader TPS Jadi Mata dan Telinga Partai
Menjelang agenda politik 2029, Hasanudin menekankan bahwa pengukuhan pengurus harus ditindaklanjuti dengan kerja organisasi yang nyata hingga tingkat paling bawah.
Ia mendorong pengaktifan kembali kader di tempat pemungutan suara (TPS) agar mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat, pemerintah Kota Batu, dan DPRD Kota Batu.
Menurutnya, tidak boleh ada kebutuhan, gagasan, maupun persoalan masyarakat yang luput dari perhatian para pengambil kebijakan.
“PKB harus bisa menangkap itu. PKB harus bisa menjadikan itu kerja utamanya,” katanya.
Hasanudin juga mengajak seluruh partai politik berlomba-lomba menghadirkan kebaikan bagi masyarakat. Ia menilai, ukuran keberhasilan partai bukan hanya perolehan suara, melainkan sejauh mana keberadaannya dirasakan dan dibutuhkan rakyat.
“Cara dicintai rakyat adalah dengan melayaninya, bukan dengan makian atau mencaci maki,” tegasnya.
Ia meminta para pengurus tetap fokus menjalankan proses perjuangan, sementara penilaian akhir terhadap kinerja partai diserahkan kepada masyarakat dalam Pemilu 2029.
“Biarlah rakyat nanti yang menghakimi kita di 2029, tetapi yang penting kita berbuat. Setialah pada proses, bukan pada hasil,” ujarnya.
Nurrohman Pimpin DPC PKB Kota Batu
Dalam kepengurusan DPC PKB Kota Batu masa bakti 2026–2031, Nurrohman, S.H., M.H., dipercaya sebagai Ketua Dewan Tanfidz. Ia didampingi Andi Purwoko sebagai sekretaris dan Mohammad Didik Subianto sebagai bendahara.
Sementara itu, Dewan Syura dipimpin K.H. Muslim Imron sebagai ketua, dengan Muhammad Ghazali sebagai sekretaris.
Hasanudin berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi, menjalankan garis perjuangan partai, serta membangun sinergi dengan para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
Ia mengingatkan bahwa PKB tidak boleh melupakan sejarah dan para pendirinya. Karena itu, kader harus terus menjaga nilai perjuangan sekaligus terbuka terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Pelantikan tersebut menjadi awal bagi pengurus DPC PKB Kota Batu untuk membuktikan komitmen politik melalui kerja nyata, pelayanan, dan keberpihakan kepada rakyat selama lima tahun ke depan.( Eno)
